Pabrik pakaian terbakar, delapan tewas

Image caption Pemadam kebakaran membutuhkan tiga jam untuk memadamkan api.

Delapan orang tewas akibat kebakaran yang melanda sebuah pabrik pakaian di ibukota Bangladesh, Dhaka.

Namun demikian, latar belakang penyebab kebakaran pabrik pakaian itu masih belum diketahui.

"Belum jelas apa penyebab kebakaran ini, tapi kami akan mencoba mencari tahu apa penyebabnya," kata Mohammad Atiqul Islam, Ketua Asosiasi eksportir pakaian jadi Bangladesh, kepada kantor berita Reuters.

Petugas pemadam kebakaran membutuhkan sekitar tiga jam untuk memadamkan kobaran api di gedung bertingkat tersebut.

Seorang pejabat terkait menyatakan, salah-seorang korban tewas dalam kebakaran ini adalah salah-seorang direktur sebuah perusahaan di Bangladesh, seorang perwira tinggi polisi, serta para rekanan serta staf pribadi pimpinan pabrik garmen tersebut.

Grup Tung Hai, pemilik pabrik gamen yang terbakar, memiliki lebih dari 1.000 karyawan. Para pelanggannya diantaranya adalah perusahaan pakaian Inggris Primark serta Inditex Group dari Spanyol.

Mereka adalah perusahaan yang memproduksi cardigan, baju hangat serta piyama.

Gedung runtuh

Peristiwa ini terjadi sekitar dua minggu setelah gedung bertingkat di Dhaka runtuh yang menewaskan sekitar 900 orang yang bekerja di dalamnya.

Sebelumnya, Pemerintah Bangladesh mengatakan telah menutup 18 pabrik garmen karena alasan keselamatan kerja.

Dua pabrik terletak di kota Chittagong dan sisanya di ibukota Dhaka, di mana sebuah gedung bertingkat tempat sejumlah pabrik beroperasi ambruk bulan lalu.

Bangladesh juga telah membentuk panel untuk menginspeksi 4.500 pabrik garmen di negara itu untuk menghindari terulangnya tragedi serupa.

Berita terkait