Filipina ingin tarik pasukan dari Golan

  • 10 Mei 2013
pos pengamatan
Image caption Pos pengamatan pasukan perdamaian PBB di Dataran Tinggi Golan.

Menteri Luar Negeri Filipina mengatakan dia ingin menarik pasukan perdamaiannya dari misi PBB di Dataran Tinggi Golan setelah empat dari mereka disergap oleh pemberontak Suriah.

Menlu Albert del Rosario mengatakan keempat tentara itu dijadikan tameng manusia dan bahwa posisi pasukan perdamaian berada di "luar batas yang dapat ditoleransi."

Pasukan perdamaian PBB berpatroli di perbatasan yang memisahkan Suriah dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Sebanyak 342 tentara - atau sekitar sepertiga kontingen PBB di sana - berasal dari Filipina.

Empat anggota pasukan perdamaian diculik oleh pemberontak Suriah hari Selasa.

Dua bulan lalu pemberontak Suriah menculik 20 tentara Filipina di daerah yang sama selama beberapa hari sebelum melepaskan mereka.

Wewenang presiden

Gambar yang disiarkan internet hari Kamis menunjukkan tentara yang diculik dan seorang pemberontak - yang diduga berasal dari Brigade Martir Yarmouk, kelompok di balik penculikan Maret lalu.

Pemberontak itu mengatakan bahwa empat tentara Filipina tersebut ditahan demi keselamatan mereka karena berkecamuknya pertempuran antara pemberontak Suriah dan pasukan pemerintah.

"Orang-orang yang menculik tentara kami sebenarnya berada dalam pengepungan dan mereka menggunakan tentara kami untuk keluar dari situasi mereka," kata Menlu Del Rosario.

Menlu Filipina itu menambahkan bahwa keputusan terakhir perihal penarikan pasukan itu berada di tangan Presiden Benigno Aquino.

Seorang jurubicara kepresidenan mengatakan Presiden Aquino sedang mempertimbangkan keadaan tersebut.

Menurut juru bicara PBB Martin Nesirky, pasukan perdamaian telah dipindahkan dari pos pengamatan di mana tentara Filipina itu diculik. Dia menambahkan bahwa upaya terus dilakukan untuk membebaskan para anggota pasukan perdamaian tersebut.

Berita terkait