Turki ingatkan pelaku pengeboman

  • 12 Mei 2013
turki_bom
Image caption Turki menuding organisasi pelaku pengeboman punya hubungan dengan badan intelijen Suriah.

Pemerintah Turki memperingatkan mereka akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi wilayahnya pasca meledaknya dua bom mobil di kota Reyhanli yang letaknya berdekatan dengan perbatasan Suriah.

Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu mengatakan mereka akan menangkap siapapun yang ada di belakang peristiwa ini.

"Peristiwa ini tidak akan dibiarkan begitu saja tanpa ada jawaban," tambah Davutoglu.

Akibat peristiwa ledakan bom tersebut setidaknya ada 43 orang yang tewas di kota yang banyak ditinggali pengungsi asal Suriah ini.

Turki yang juga meruapakan negara anggota NATO mengatakan mereka mencurigai keterlibatan badan intelijen Suriah dalam peristiwa kemarin.

Dalam berbagai kesempatan sebelumnya Turki telah mengatakan mereka mendukung kelompok oposisi di Suriah.

Negara itu juga terus melakukan kritik terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Pasca peristiwa ledakan ini, AS dan NATO mengeluarkan kecamannya dan mendukung posisi Ankara.

Ancam penyerang

Menlu Davutoglu yang tengah berada di Berlin, Jerman mengatakan peristiwa ini bukanlah sebuah kebetulan yang terjadi saat upaya diplomatik untuk memecahkan krisis Suriah tengah berlangsung.

"Mungkin ada yang ingin melakukan sabotase terhadap perdamaian di Turki namun kami tidak akan membiarkan itu terjadi," kata Davutoglu.

"Jangan ada pihak manapun yang ingin menguji kekuatan Turki. Pasukan kami akan melakukan semua langkah yang diperlukan jika itu dilakukan."

Namun demikian dia belum melihat perlunya meminta pertemuan darurat diantara negara anggota Nato pasaca peristiwa ini.

Pertemuan darurat biasanya akan menjadi tahapan awal yang akan melibatkan negara anggota terhadap respon yang mungkin akan diambil.

Sementara itu wakil PM Turki, Besir Atalay mengatakan dia yakin penyerang memang berasal dari Turki tapi terkait dengan agen intelijen Suriah.

"Kami telah memastikan organisasi pelaku penyerangan terkait dengan Mukhabarat (badan intelijen Suriah)," kata Atalay kepada wartawan.

Atalay tidak menyebut nama organisasi yang dituding terlibat dalam persitiwa ini.

Berita terkait