Paus tidak lakukan 'pengusiran setan'

paus fransiskus
Image caption Seorang pemuda di kursi roda, membuka mulutnya saat Paus meletakan tangan di kepalanya.

Vatikan membantah klaim yang menyatakan Paus Fransiskus melakukan tindakan 'pengusiran setan' atau exorcism, setelah gambar televisi menunjukan seorang pria bereaksi setelah Paus meletakan tangan di kepalanya.

Rekaman yang ditampilkan pada stasiun televisi yang dimiliki oleh konfrensi Uskup Italia ini menggambarkan seorang pemuda, yang berada di kursi roda, membuka mulutnya -seakan-akan seperti menjerit atau bernapas dalam- ketika Paus meletakkan tangannya di kepala dan berdoa baginya selama misa di Lapangan Santo Petrus.

Pria itu kemudian gemetar tak terkendali dan merosot di kursinya.

Stasiun tersebut mengatakan 'tidak diragukan lagi', Paus telah melakukan pengusiran setan atau berdoa untuk membebaskan orang dari setan.

Namun, Juru bicara Paus mengatakan Paus tidak memiliki niat untuk melakukan tindakan pengusiran setan apapun.

"Melainkan, karena dia sering berhadapan dengan orang sakit atau menderita dalam perjalanannya, Paus hanya ingin berdoa bagi orang yang menderita," kata Federico Lombardi dalam sebuah pernyataan.

Minta maaf

Pada Selasa (22/05), direktur TV 2000, yang menyiarkan gambar tersebut, meminta maaf atas laporan tersebut. "Saya minta maaf karena telah mengubah kebenaran atas fakta dan untuk orang-orang yang terkait, terutama saya meminta maaf kepada Paus," kata Dino Boffo.

Namun, beberapa figur religius di Roma tetap meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan tindakan pengusiran setan.

Salah satunya adalah mantan kepala pengusiran setan Vatikan, Gabriele Amorth, yang dikutip oleh media Italia, mengatakan dia juga pernah melakukan pengusiran setan kepada pemuda bernama Angelo.

Berita terkait