Kerusuhan di kawasan imigran ibukota Swedia

Stockholm
Image caption Puluhan kendaraan dibakar dalam kerusuhan di Stockholm.

Para perusuha di ibukota Swedia Stockholm membakar mobil-mobil dan melempar batu ke arah polisi dan petugas pelayanan darurat di kawasan miskin berpenduduk pendatang selama tiga hari berturut-turut.

Kerusuhan terjadi menyusul penembakan seorang pria tua oleh polisi di pemukiman miskin Husby pekan lalu. Ia dilaporkan ditembak oleh polisi setelah mengancam akan membunuh polisi dengan parang.

Insiden itu menyulut kerusuhan di kawasan pemukiman Husby pada Minggu (19/05) dan berlangsung hingga Selasa malam (21/05) serta menyebar ke kawasan-kawasan lain.

Pada Selasa malam, pelaku kerusuhan menyerang kantor polisi di bagian barat laut. Mereka merusak dua sekolah dan satu pusat kerajinan meskipun Perdana Menteri Fredrik Reinfeldt menyerukan agar warga tenang.

Reaksi tindakan polisi

Aksi berlangsung setidaknya di sembilan pinggiran ibukota Stockholm. Polisi telah menangkap delapan orang.

Kjell Lindgren dari kepolisian Stockholm mengatakan kepada surat kabar Aftonbladet bahwa kerusuhan telah menyebar dari titik asal kerusuhan di Husby.

"Rasanya orang-orang memanfaatkan kesempatan di tempat-tempat lain karena perhatian yang diberikan kepada Husby," katanya.

Sebagian pelaku kerusuhan adalah orang-orang muda. Menurut seorang pendiri organisasi kepemudaan setempat, kerusuhan merupakan reaksi atas "kebrutalan polisi".

Husby adalah kawasan ibukota berpenduduk sekitar 12.000 orang, 80% di antaranya berasal dari keluarga imigran, antara lain Turki, Somalia dan Timur Tengah.

Berita terkait