Prancis selidiki penikaman tentara di Paris

  • 26 Mei 2013
station_at_la_defense
Image caption Tentara Prancis menjadi korban penikaman saat berpatroli di stasiun La Defense.

Pemerintah Prancis saat ini sedang menyelediki kasus penikaman seorang tentara di daerah pinggiran Paris yang memiliki kemiripan dengan kasus penyerangan di Woolwich, London, Inggris.

Mereka saat ini sedang mencari tahu apakah pelaku serangan tersebut meniru aksi serupa yang menewaskan seorang tentara Inggris bernama Lee Rigby.

"Mereka berusaha membunuh tentara karena dia memang seorang tentara," kata Menteri Pertahanan Prancis, Jean-Yves Le Drian.

Sebelumnya laporan mengatakan tentara yang menjadi korban itu sedang melakukan patroli di daerah La Defense pada hari Sabtu sore ketika dia menjadi sasaran penikaman oleh orang yang tidak dikenal.

Tentara yang tengah berpatroli bersama dua rekannya itu ditikam dari belakang dengan pisau oleh pelaku.

Pelaku bisa melarikan diri sebelum kedua rekan sang tentara menyadari peristiwa itu.

Saat ini tentara yang menjadi korban penikaman sedang berada dalam perawatan di rumah sakit dengan kondisi stabil.

Le Drian sesaat setelah peristiwa itu terjadi mengatakan tentara memang sudah ditargetkan oleh pelaku serangan dan dia bertekad untuk memimpin "pertempuran melawan aksi terorisme."

Status waspada

Kasus penyerangan ini sekarang sedang dalam penyelidikan jaksa anti-terorisme.

Sebelumnya Presiden Prancis, Francois Hollande mengatakan pihak keamanan tidak menemukan adanya bukti yang mengkaitkan kasus itu dengan kasus yang terjadi di London.

Prancis saat ini sedang menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi setelah munculnya ancaman serangan dari sayap al-Qaeda di Afrika Utara.

Ancaman ini muncul terkait dengan kebijakan Prancis yang mengirimkan tentaranya membantu pemerintah Mali dalam mengatasi kelompok militan.

Wartawan BBC di Paris, Christian Fraser mengatakan status waspada ini pula yang menjadi alasan sejumlah tentara rutin melakukan patroli di pusat kota Paris.

Sementara itu dari perkembangan penanganan kasus penyerangan tentara di Inggris, dinas intelijen negara itu, MI6 mengatakan dua pelaku penyerangan bernama Michael Adebolajo dan Michael Adebowale sebenarnya sudah diawasi.

Namun mantan Kepala MI6, Richard Barrett mengatakan tidak banyak yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan mendadak seperti itu.

Para pelaku sesaat setelah melakukan aksinya sempat mengatakan alasan mereka melakukan serangan itu karena tentara Inggris membunuhi Muslim setiap hari.

Berita terkait