Lagi, protes anti pernikahan gay di Prancis

  • 27 Mei 2013
pernikahan gay
Image caption Unjuk rasa menentang pernikahan gay sudah terjadi sejak akhir tahun lalu.

Puluhan ribu orang melakukan aksi unjuk rasa di Paris, Prancis, menolak kebijakan baru yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Kepolisian setempat memperkirakan hingga 150.000 orang berpartisipasi dalam aksi di pusat kota itu, namun koordinator aksi mengatakan jumlahnya dapat mencapai satu juta orang.

Unjuk rasa yang berlangsung Minggu (26/05), berakhir dengan bentrokan antara aktivis sayap kanan dengan polisi anti huru-hara. Pihak berwenang mengatakan hampir 100 orang ditangkap.

Pada Sabtu (25/05), sebanyak 50 orang juga ditahan karena memblokir Champs-Elysees.

RUU pernikahan sesama jenis, yang juga melegalkan pasangan gay mengadopsi anak, ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden Francois Hollande pekan lalu, setelah diperdebatkan secara sengit beberapa bulan lalu.

Berbeda

Warga Prancis memiliki pendapat yang berbeda dalam memandang isu tersebut. Pada Selasa, seorang sejawaran sayap kanan melakukan bunuh diri di Notre Dame, meninggalkan pesan yang mencela pernikahan sesama jenis.

Salah satu anggota palemen dari partai UMP, Jacques Myard, mengatakan ada "kesenjangan yang besar antara pemerintah ini dan warga" atas masalah pernikahan.

"Ini adalah sesuatu yang kita tidak dapat menerima karena nasib anak-anak," katanya.

"Orang-orang ini bertindak seperti ingin 'Tuhan', karena mereka ingin menikah, tetapi tentu tidak akan berhenti pada tahap ini. Kemudian mereka akan mengadopsi, dan kemudian masyarakat kita akan memiliki anak dalam keluarga di mana tidak ada ayah atau ibu."

Aksi protes macam ini bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya pada akhir tahun lalu, puluhan ribu orang juga melakukan aksi unjuk rasa menentang rencana pengesahan aturan tersebut.

Berita terkait