Tersangka Woolwich keluar dari rumah sakit

adebolajo
Image caption Terdakwa Adebolajo ditembak oleh polisi sebelum akhirnya ditangkap.

Salah seorang terdakwa pembunuh tentara Inggris, Lee Rigby, di Woolwich telah keluar dari rumah sakit, kepolisian setempat mengatakan.

Terdakwa tersebut yaitu Michael Adebolajo, 28, kini ditahan di kantor kepolisian di selatan London untuk dimintai keterangan.

Terdakwa lain yaitu Michael Adebowale, 22, telah didakwa atas pembunuhan dan hadir di persidangan pada Kamis (30/05) lalu.

Kedua imigran yaitu Adebowale, yang tinggal di Greenwich, sebelah tenggara London, dan Adebolajo, tinggal di wilayah timur London ditembak oleh polisi dan kemudian ditangkap di lokasi terjadinya pembunuhan di dekat barak tentara di Woolwich pada 22 Mei lalu.

Setelah ditangkap, mereka dibawa ke rumah sakit dengan pengawalan dari kepolisian.

Adebowale sudah lebih dulu keluar dari rumah sakit dan dijadwalkan akan kembali menghadiri persidangan pada hari Senin (03/06) mendatang.

Polisi juga menahan seorang pria berusia 42 tahun di utara London dan satu pria berusia 46 tahun dari timur London karena dicurigai terlibat dalam menyediakan senjata api secara ilegal.

"Pengalaman mengerikan"

Faith Matters, sebuah organisasi antarkepercayaan yang bertujuan untuk menanggulangi ekstrimisme, mengatakan telah terjadi 212 insiden anti-Muslim sejak peristiwa pembunuhan itu. Ini berarti tiap harinya terjadi sekitar empat hingga enam insiden.

Keluarga Lee Rigby menyerukan kepada masyarakat untuk tenang, menyusul maraknya insiden anti-Muslim.

Dalam sebuah pernyataan, keluarga Lee Rigby menyatakan: "Lee tidak mau namanya dijadikan alasan bagi orang untuk saling menyerang."

"Kami tidak ingin keluarga manapun mengalami hal yang mengerikan ini, dan mengajak semua orang untuk tetap tenang dan menunjukkan rasa hormat mereka dalam sikap yang damai."

Resimen tempat Rigby bertugas, Royal Fusiliers, juga mengeluarkan peringatan bagi para veterannya maupun tentara yang masih bertugas tentang kemungkinan dikaitkan oleh kelompok ekstrim kanan.

Beberapa pensiunan tentaranya mengatakan telah didekati berbagai kelompok untuk ikut berdemonstrasi terkait kematian Rigby.

Brigadir Ian Liles, sekretaris resimen tersebut mengatakan: "Adalah salah dan tercela bila kematian salah satu anggota kami dieksploitasi dengan cara seperti ini."

Sebuah penyataan terpisah dikeluarkan oleh markas besar Angkatan Darat dan disampaikan oleh Kolonel James Stopford memperingatkan bahwa "Organisasi ekstrimis (Khususnya English Defence League) akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengaitkan para veteran dengan kepentingan mereka."

Baru-baru ini, demo yang digelar oleh English Defence League berhasil digagalkan dengan menawarkan teh dan biskuit.

Berita terkait