Meski diprotes pembangunan taman Turki dilanjutkan

Pemrotes di Turki
Image caption Sebagian pemrotes berkemah di Lapangan Taksim, Istanbul.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pemerintah tetap akan melanjutkan rencana peremajaan taman di Istanbul meskipun diprotes massal selama berhari-hari.

PM Turki menyampaikan penegasan itu pada Kamis (06/06) dalam kunjungannya di ibukota Tunisia, Tunis. Ia membela rencana pembagunan taman di dekat Lapangan Taksim, Istanbul.

"Proyek ini menghormati sejarah, kebudayaan dan lingkungan Turki," kata Recep Tayyip Erdogan.

"Apa yang kita lakukan adalah untuk melindungi hak-hak mayoritas dan untuk melestarikan keindahan Istanbul," tambahnya.

Seruan protes massal

Recep Tayyip Erdogan mengatakan sekelompok kecil ekstremis memanipulasi aksi protes yang semula berlatar belakang lingkungan.

"Di antara pemrotes terdapat orang-orang ekstrem, sebagian dari mereka dinyatakan bersalah dalam tindak terorisme," jelas PM Turki kepada para wartawan.

Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan memangkas lawatan ke negara-negara Afrika utara dan dijadwalkan tiba kembali di Turki Kamis malam waktu setempat.

Menanggapi pernyataan perdana menteri, salah satu kelompok utama yang terlibat demonstrasi menyerukan diadakannya protes massal di seluruh negeri.

Empat orang diketahui tewas dan ribuan orang lainnya mengalami luka-luka dalam demonstrasi selama lebih dari sepekan terakhir.

Demonstrasi semula dipicu oleh rencana pembangunan mal di taman tetapi tuntutan pengunjuk rasa semakin meluas termasuk seruan pengunduran diri perdana menteri.

Mereka mengatakan pemerintah semakin otoriter dan mencampuri gaya hidup pribadi warga.

Berita terkait