Serangan di Afghanistan tewaskan tiga warga AS

Afghanistan
Image caption NATO sudah membatasi operasi militer bersama dengan tentara Afghanistan.

Dua tentara dan seorang warga sipil Amerikat Serikat tewas dalam serangan yang terjadi di Afghanistan timur, Sabtu 8 Juni.

Satuan pasukan internasional, ISAF, mengatakan seorang pria yang mengenakan seragam tentara dilaporkan melepas tembakan ke arah korban di Provinsi Paktika, di dekat perbatasan dengan Pakistan.

"Seorang pria berseragam ANA (tentara nasional Afghanistan) mengarahkan senjatanya ke arah anggota ISAF," seperti tertulis dalam pernyataan pasukan koalisi itu.

Tentara IRAF membalas tembakan pria tersebut namun tidak diketahui apakah jatuh korban lebih lanjut saat membalas serangan.

"Hari ini merupakan hari yang sulit bagi ISAF," tutur juru bicara ISAF, Brigjen Guenter Katz. Dia menambahkan penyelidikan atas penembakan tersebut sudah berlangsung dan masih terlalu dini untuk memberikan rincian.

Wartawan BBC di Kabul, David Loyn, melaporkan bahwa pasukan internasional masih terbuka menjadi sasaran dari serangan yang disebut 'dari dalam' walau tahun lalu sudah diambil tindakan untuk menguranginya.

Tentara Italia tewas

Sementara itu seorang tentara Italia tewas dalam serangan kelompok pemberontak di Provinsi Farah, Afghanistan barat.

Pihak berwenang Italia mengatakan tiga tentara juga terluka dalam insiden yang berlangsung Sabtu sekitar pukul 10.30 waktu setempat.

Rincian serangan masih belum diungkapkan namun laporan-laporan menyebutkan seorang pria yang mengenakan seragam militer melempar granat arah kenderaan militer pasukan koalisi.

Serangan terhadap pasukan asing yang dilakukan aparat keamanan Afghanistan bukan yang pertama kalinya terjadi.

Awal Januari tahun ini, seorang anggota pasukan NATO ditembak mati oleh pria yang mengenakan seragam tentara Afghanistan.

Salah satu tugas pasukan koalisi adalah melatih, membimbing, dan berpatroli bersama dengan tentara Afghanistan sehingga mereka juga bisa menjadi sasaran oleh rekannya dari Afghanistan.

Bulan September tahun lalu, NATO mengumumkan pembatasan dalam patroli bersama pasukan Afghanistan dengan hanya operasi besar saja yang digelar secara gabungan.

Berita terkait