Dibuka kembali pembicaraan Korut dan Korsel

Panmunjom
Image caption Renana pertemuan kedua Korea akan digelar di Panmunjom di kawasan perbatasan.

Korea Utara sepakat untuk kembali melakukan pembicaraan dengan Korea Selatan pada Minggu (09/06) di sebuah kampung yang berada di perbatasan kedua negara.

Pembicaraan ini merupakan yang pertama sejak pemerintah Pyongyang mencabut pakta gencatan senjata dan memutus hubungan telepon khusus pada Bulan Maret, ketika hubungan keduanya sedang menuncak.

Pejabat Korea Selatan mengatakan pertemuan di Panmunjom tersebut akan mempersipakan pembicaraan pada tingkat yang lebih tinggi, yang menurut Seoul menjadi awal untuk memulai kebijakan yang didasarkan pada kepercayaan atas Korea Utara.

Rencana pertemuan muncul setelah pemerintah Korut menyambung kembali saluran telepon langsung kedua negara pada Jumat (07/06).

Perwakilan kedua Korea terakhir kali bertemu pada Februari 2011 dan pada tahun itu juga utusan nuklir keduanya bertemu di Beijing.

Laporan-laporan yang belum dikukuhkan menyebutkan Seoul ingin mengusulkan perundingan tingkat menteri pada hari Rabu (12/06) untuk membahas kompleks industri bersama di Kaesong.

Image caption Pyongyang menutup kawasan industri bersama kedua Korea di Kaesong.

Bulan April, Pyongyang menutup kawasan industri yang dikelola Korea Selatan tersebut dan menarik sekitar 53.000 warganya yang bekerja di sana.

Ketegangan mereda

Kesediaan Pyongyang untuk bertemu ini merupakan petunjuk jelas dari semakin meredanya ketegangan antar kedua negara setelah muncul ancaman Korut untuk menyerang Korsel dan Amerika Serikat.

Peembicaraan di Panmunjom akan berlangsung bersamaan dengan pertemuan puncak antara Presiden Amerikat Serikat, Barack Obama, dan Presiden Cina, Xi Jinping, di California.

Program rudal dan nuklir Korut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan kedua presiden.

Cina merupakan salah satu sekutu erat Korut dan belakangan juga mulai menekan Korea untuk membuka kembali jalan perundingan.

Bulan lalu, pemimpin Korut, Kim Jong Un, mengirimkan utusannya ke Cina yang menurut laporan-laporan untuk menyampaikan pesan tentang kesediaan mereka kembali berdialog.

Korea Utara dan Selatan, yang terlibat perang sepanjang 1950-1953, menandatangani gencatan senjata namun tidak pernah mencapai kesepakatan damai sehingga secara teori masih dalam keadaan perang.

Berita terkait