Pembocor rahasia CIA 'akan lawan' upaya ekstradisi

Edward Snowden
Image caption Snowden mengatakan dirinya bukan pengkhianat maupun pahlawan Amerika.

Edward Snowden, mantan pegawai Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA), yang membocorkan informasi rahasia tentang program pengawasan Amerika, bertekad untuk menentang upaya ekstradisi dirinya.

Snowden, yang saat ini berada di Hong Kong, mengatakan bahwa dirinya bukan pengkhianat ataupun pahlawan.

"Saya adalah warga Amerika," kata Snowden kepada surat kabar South China Morning Post.

Ini adalah wawancaranya yang pertama sejak keluar dari kamar hotelnya di Hong Kong, hari Senin (10/060.

Dari informasi yang dibocorkan Snowden, terungkap bahwa badan-badan intelijen Amerika secara sistematis dan besar-besaran mengumpulkan data komunikasi, baik melalui telepon maupun internet.

Sengaja pilih Hong Kong

Snowden meninggalkan Hawaii dan bertolak menuju Hong Kong beberapa saat sebelum informasi yang ia bocorkan dimuat oleh media.

"Saya berada di sini bukan untuk menghindari kejaran hukum. Saya berada di sini untuk membongkar kejahatan," kata Snowden kepada South China Morning Post.

"Keinginan saya adalah meminta pengadilan dan rakyat Hong Kong untuk menentukan nasib saya," kata Snowden.

"Dari yang saya ketahui, tak ada alasan untuk meragukan sistem hukum di Hong Kong," tandasnya.

Sebelumnya, Snowden mengatakan ia bertolak ke Hong Kong karena kawasan itu "memiliki tradisi kuat kebebasan berbicara".

Hong Kong menandatangani traktat ekstradisi dengan Amerika tidak lama sebelum kawasan itu dikembalikan dari Inggris ke Cina tahun 1997.

Namun, Beijing dapat memblok ekstradisi bila hal itu dinilai bisa mengancam kepentingan nasional atau kebijakan luar negeri.

Berita terkait