Pemilu 'penting' Iran segera berlangsung

pemilu iran
Image caption Pendukung kandidat presiden Saeed Jalili pada reli di Tehran 12 Juni kemarin.

Jutaan pemilih di Iran akan memberikan suara mereka dalam pemilihan presiden negara itu, pada Jumat (14/06) waktu setempat.

Meskipun semua enam kandidat dipandang sebagai konservatif, salah satu dari mereka, ulama Hassan Rowhani, telah menjangkau kaum reformis dalam beberapa hari terakhir.

Pemilihan akan memutuskan pengganti Mahmoud Ahmadinejad. Delapan tahun berkuasa, Ahmadinejad dihadapkan dengan gejolak ekonomi dan sanksi barat terhadap Iran atas program nuklirnya yang kontroversial.

Pemungutan suara akan dilakukan pada 08:00 waktu setempat dan ditutup pada 18:00. Sekitar 50 juta orang memiliki hak untuk memberikan suara mereka.

Dalam sepekan terakhir, ada perubahan-perubahan yang mengejutkan, demikian laporan wartawan BBC Richard Galpin.

Perhatian kepada kandidat Rowhani meningkat setelah dirinya berbicara secara terbuka tentang perlunya untuk kembali terlibat dengan barat.

Gelombang dukungan untuk dia datang setelah Mohammad Reza Aref, satu-satunya kandidat reformis mengumumkan pengunduran dirinya dari pemilihan presiden.

Rowhani sekarang memiliki dukungan dari dua mantan presiden, yaitu Mohammad Khatami dan Akbar Hashemi Rafsanjani.

Namun, Rowhani menghadapi tantangan besar dari kandidat garis keras, termasuk kandidat unggulan, yaitu perunding nuklir Saeed Jalili dan Walikota Teheran, Mohammad Baqer Qalibaf.

Para calon yang tersisa berasal dari kubu konservatif yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei.

Tidak berimbang

Image caption Ada enam kandidat yang mayoritas berasal dari kubu konservatif.

Adapun, Ayatollah Khamenei meminta semua orang Iran untuk memilih menjelang pemilu.

"Siapapun yang terpilih, jika dia mendapatkan suara yang kuat dan besar, ia akan mampu untuk berdiri melawan musuh secara lebih tepat," demikian seperti dikutip dari website Ayatollah Khamenei.

Pemilu pada Jumat (14/06) adalah yang pertama sejak 2009, ketika para pengunjuk rasa turun ke jalan dalam kemarahan pada hasil yang mereka katakan telah dicurangi untuk memenangkan Ahmadinejad.

Tidak ada pengamat asing akan memantau jajak pendapat, dan ada juga kekhawatiran bahwa liputan media tidak akan berimbang dalam pemilu.

Banyak surat kabar reformis telah ditutup, akses ke internet dan penyiaran asing dibatasi, dan wartawan ditahan.

Pada Kamis (13/06), BBC menuduh pemerintah Iran melakukan "intimidasi pada tingkat belum pernah terjadi sebelumnya" terhadap keluarga karyawan BBC.

Dikabarkan, Iran telah memperingatkan keluarga 15 staf BBC Layanan Persia bahwa mereka harus berhenti bekerja untuk BBC atau kehidupan mereka di London akan terancam.

Tehran sejauh ini belum memberikan komentar atas tuduhan itu.

Berita terkait