25 tewas, Pakistan berkabung

quetta
Image caption Warga terkejut dengan kejadian tersebut. Beberapa orang datang melihat rumah sakit yang diserang.

Pemerintah Pakistan mengumumkan hari berkabung di kota Quetta setelah 25 orang tewas ditembak dalam dua serangan pada Sabtu (15/06).

Setelah bom mobil meledak dan menewaskan 14 mahasiswi dan melukai 22 orang, kelompok militan membunuh 11 orang lagi dengan menyerang rumah sakit yang merawat para korban selamat di Quetta.

Sebanyak empat militan juga terbunuh dan satu orang ditangkap, demikian dilaporkan pejabat setempat.

Seorang pria yang mengaku juru bicara dari Lashkar-e-Jhangvi mengatakan kepada BBC serangan itu merupakan balas dendam atas serangan sebelumnya oleh pasukan keamanan terhadap kelompok militan tersebut, di mana seorang wanita dan anak-anak tewas.

Image caption Serangan bom pada sebuah bus menewaskan setidaknya 15 mahasiswi.

Quetta, kota berpenduduk 900.000 orang di sebelah barat daya negara itu, telah lama terganggu oleh tindak kekerasan yang terutama menargetkan minoritas Muslim Syiah.

Kota ini mecoba untuk pulih dari rasa kaget dan berusaha memahami peristiwa yang telah terjadi itu, kata wartawan BBC Shahzeb Jillani dalam laporan.

Pemakaman bagi para korban segera dilakukan, sementara hari resmi berkabung tengah berlangsung.

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa, Ban Ki-moon mengutuk aksi tersebut dan mengatakan tak ada alasan yang dapat membenarkan aksi tersebut.

"Sekjen mencatat dengan penuh kecemasan bahwa kekerasan terhadap perempuan dan pendidik telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir," demikian kata juru bicaranya.

Kelompok-kelompok seperti Lashkar-e-Jhangvi telah melakukan pemboman besar-besaran terhadap kelompok agama minoritas Syiah, kata wartawan BBC.

Kelompok juga ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan Taliban dan al-Qaeda.

Berita terkait