Penundaan perundingan Afghanistan-AS

Hamid Karzai
Image caption Pernyataan Presiden Hamid Karzai menyatakan kebijakan AS menjadi tidak konsisten.

Pemerintah Afghanistan mengatakan akan menunda semua perundingan dengan Amerika Serikat dalam kesepakatan keamanan bilateral.

Seorang juru bicara pemerintah Afghanistan mengatakan keputusan itu diambil setelah Washington mengumumkan akan memulai perundingan langsung dengan Taliban di Qatar, Kamis 20 Juni.

Perundingan dengan Taliban itu, seperti tertulis dalam pernyataan Presiden Hamid Karzai, dianggap tidak konsisten dengan tindakan Amerika Serikat sebelumnya dalam proses perdamaian.

"Dalam pandangan kontradiktif antara tindakan dan pernyataan yang dibuat Amerika Serikat sehubungan dengan proses perdamaian, pemerintah Afghanistan menunda semua perundingan, yang saati ini berlangsung antara delegasi Amerika Serikat dan Afghanistan dalam kesepakatan keamanan bilateral," tulis pernyataan Presiden Karzai.

Perundingan yang ditunda itu, Karzai antara lain membahas keberadaan pasukan Amerika Serikat dan pasukan koalisi di Afghanistan setelah 2014.

Taliban selalu menyebut pemerintahan pimpinan Karzai sebagai boneka Amerika Serikat dan saat membuka kantor di Doha, Qatar pada Selasa (18/06), menyatakan juga siap berunding dengan 'orang' Afghanistan.

Jalin hubungan dengan negara lain

Dalam pernyataan pembukaan kantornya tersebut, Taliban mengatakan tujuan utama dari kantor itu adalah untuk bertemu dengan orang Afghanistan dan belum menyebut pemerintah Afghanistan.

Tujuaan lainnya, menurut Taliban, adalah menjalin hubungan dengan negara-negara lain, termasuk PBB, badan-badan internasional dan kawasan serta lembaga nonpemerintah.

Rencananya perundingan akan dimulai antara Amerika Serikat dengan Taliban sebelum dilanjutkan dengan pemerintah Afghanistan

Sementara itu, Selasa kemarin, empat prajurit AS tewas di Afghanistan, hanya beberapa jam setelah AS mengumumkan akan berdialog dengan Taliban.

Mereka tewas akibat 'tembakan tidak langsung' dari pemberontak di pangkalan udara Bagram, merupakan pangkalan militer AS terbesar di negara itu.

Berita terkait