Obama serukan pengurangan senjata nuklir

  • 19 Juni 2013
President Barack Obama
Image caption Presiden Barack Obama berpidato di depan Gerbang Brandenburg yang terkenal.

Presiden Amerikat Serikat Barack Obama menggunakan pidato umum di Berlin, Jerman, untuk mengusulkan pengurangan senjata nuklir.

Dalam pidatonya di Gerbang Brandenburg dia mengusulkan pengurangan sepertiga senjata nuklir Amerika Serikat dan Rusia.

Presiden Obama juga menyerukan pengurangan jumlah senjata taktis berhulu ledak yang berada di kawasan Eropa.

"Setelah kajian yang menyeluruh, saya memutuskan kita bisa menjamin keamanan Amerika dan sekutunya serta menjaga strategi pencegahan yang kuat dan bisa dipercaya sambil mengurangi pengerahan senjata nuklir strategis sampai sepertiganya," tuturnya Pada Rabu (19/06).

"Dan saya ingin mengupayakan perundingan pengurangan dengan Rusia untuk bergerak melewati posisi nuklir Perang Dingin."

Berdasarkan traktat New Start yang ditandatangani Amerika Serikat dengan Rusia pada tahun 2010, setiap negara diperkenankan untuk memiliki maksimal 1.550 hulu ledak dan 700 peluncur senjata.

Dia juga menyatakan akan berupaya untuk menyusun kerangka internasional yang baru untuk penggunaan damai tenaga nuklir dan menolak nuklirisasi negara-negara seperti Korea Utara dan Iran.

Melepas jas

Pidato Obama di gerbang yang terkenal ini disampaikan hampir 50 tahun sejak pidato Presiden John F Kennedy di Berlin yang terkenal, yang dimulai dengan 'Ich bin ein Berliner' yang berarti 'Saya adalah warga Berlin.'

Di hadapan para mahasiswa dan pejabat pemerintah yang sudah menunggu selama beberapa jam di bawah suhu panas 33'C, Obama melepas jasnya dan mengatakan, "Sesama kawan, kita boleh sedikit tidak resmi."

"Ancaman hari ini tidak sekuat setengah abad lalu, namun perjuangan untuk kebebasan, keamanan, dan martabat manusia tetap berlangsung," tambahnya.

Gerbang Brandenburg -yang pada masa Perang Dingin memisahkan Jerman Timur dan Barat- disebut Obama sebagai lambang bahwa tidak ada dinding yang bisa memisahkan dalam upaya mencari keadilan "yang membara di hati manusia".

Sebelumnya, Obama bertemu dengan Kanselir Angela Merkel yang mengkritik meluasnya penggunaan program pengawasan di Amerikat Serikat, yang diberi nama Prism.

Kunjungan yang pertama kalinya ke Jerman sebagai presiden ini dilakukan setelah pertemuan G8 di Irlandia Utara, yang antara lain sepakat untuk menggelar perundingan damai Suriah di Jenewa secepat mungkin.

Berita terkait