Otoritas Brasil gagal redam aksi

  • 20 Juni 2013
brasil
Image caption Pengeluaran biaya yang tinggi untuk Piala Dunia tahun depan diprotes oleh para demonstran.

Otoritas Brasil gagal menghentikan protes nasional, meskipun kenaikan tarif transportasi -yang memicu protes besar tersebut- sudah dibatalkan.

Massa memblokir jalan-jalan utama di Sao Paulo dan Brasilia, dan pengunjuk rasa berkonfrontasi dengan polisi di Rio de Janeiro tak lama setelah pembatalan tarif tersebut diumumkan.

Sebelumnya, terjadi bentrokan sebelum tim sepak bola Brasil bermain melawan Meksiko di ajang Piala Konfederasi di Fortaleza.

Para pengunjuk rasa marah karena aksi korupsi dan pengeluaran biaya negara yang tinggi untuk Piala Dunia tahun depan.

Para aktivis mengatakan niat mereka untuk mengadakan demonstrasi besar-besaran sebelum Kamis (20/06) tidak akan berubah.

Wartawan BBC Julia Carneiro, di Sao Paulo, mengatakan ratusan ribu orang diharapkan turun ke jalan sebelum putaran pertandingan lain diadakan di ajang Piala Konfederasi.

Protes yang tak berkesudahan ini muncul setelah otoritas di dua kota besar Rio de Janeiro dan Sao Paulo mengatakan akan menurunkan kembali biaya transportasi publik.

Pejabat tinggi Sao Paulo, Fernando Haddad, mengatakan penurunan tarif tersebut akan menjadi 'pengorbanan besar' dan sejumlah rencana investasi harus dipotong.

Sementara itu, pejabat tinggi Rio, Eduardo Paes, mengemukakan hal yang mirip. Dia mengatakan turunnya harga transportasi akan membebankan kota sebesar 500 juta real atau setara dengan US$225 juta per tahun.

Perubahan

Pemerintah daerah di Cuiaba, Recife, Joao Pessoa dan kota lain juga telah mengumumkan penurunan tarif, namun protes tampaknya tidak terpengaruh dengan pengumuman tersebut.

"Ini sudah bukan lagi tentang harga [transportasi] lagi," kata mahasiswa 18 tahun, Camila Sena, di sebuah protes di Niteroi.

"Orang-orang begitu muak dengan sistem, begitu muaknya sehingga kita sekarang ingin menuntut perubahan."

Sementara itu, demonstrasi di kota Belo Horizonte berlangsung selama lebih dari 10 jam.

Polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan pengunjuk rasa di kota utara-timur Fortaleza pada Rabu setelah setidaknya 30.000 orang berunjuk rasa di sana.

Bentrokan meletus ketika pawai protes dihentikan oleh polisi. Beberapa orang dilaporkan terluka, termasuk polisi.

Berita terkait