WN Malaysia dilaporkan tewas akibat kabut asap

kabut asap
Image caption Murid-murid sekolah di Kuala Lumpur diwajibkan mengenakan masker

Seorang perempuan penderita asma di Malaysia dilaporkan sebagai korban pertama kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatra.

Sejumlah media Malaysia melansir bahwa Li Cai Ling dari kota Muar meninggal dunia pada hari Minggu (23/6). Laporan medis menyebutkan polusi udara parah sebagai penyebab kematiannya.

Tetapi Direktur Kesehatan Johor Mohd Khairi Yakob, seperti dikutip oleh harian China Press Malaysia, membantah bahwa kematian Li terkait dengan kabut asap.

Yakob mengatakan ia telah menghubungi rumah sakit tempat Li dirawat dan pihak rumah sakit menyatakan tidak ada pasien mereka yang meninggal akibat kabut asap.

Bagaimanapun Departemen Kesehatan Malaysia akan melakukan pengusutan lebih lanjut.

Indeks polusi

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di kepulauan Riau telah berlangsung selama tiga pekan dan memburuk dalam satu pekan terakhir.

Indikatornya adalah indeks polusi udara di Indonesia, Malaysia dan Singapura yang menembus angka 500 hingga 700, jauh di atas ambang batas bahaya yaitu 200.

Pemerintah Indonesia melakukan upaya terpadu penanggulangan kebakaran hutan dengan melakukan hujan buatan dan penyemprotan atau water bombing.

Situasi ini juga memaksa klub Liga Primer Inggris Cardiff City membatalkan kunjungan ke Malaysia yang dijadwalkan berlangsung pekan ini.

Pernyataan resmi klub mengatakan bahwa pembatalan kunjungan ke kampung halaman pemilik klub milyuner Vincent Tan itu diakibatkan oleh "buruknya kualitas udara di kawasan."

Berita terkait