Unjuk rasa di Brasil rusuh lagi

fortaleza
Image caption Sebanyak 90 orang ditahan dalam kerusuhan terbaru ini.

Kerusuhan kembali terjadi di Brasil menjelang penyelenggaraan piala dunia pada 2014.

Kali ini polisi bentrok dengan para demonstran sebelum pertandingan sepakbola antara Spanyol dan Italia di timur laut kota Fortaleza di negara itu.

Sekitar 5.000 orang bergerak ke arah stadion Castell beberapa jam sebelum berlangsungnya pertandingan piala Konfederasi.

Polisi merespon aksi ini dengan menembakkan gas air mata untuk mencegah beberapa kelompok pemuda yang terlihat akan membuat masalah, wartawan BBC Sarah Rainsford melaporkan.

Kejadian ini adalah yang terbaru dari beberapa protes terakhir di Brasil untuk menentang korupsi.

Setidaknya 90 orang ditahan karena membuat kerusuhan di luar stadion di Fortaleza. Beberapa demonstran dan polisi juga terluka dalam kejadian ini.

Layanan publik buruk

Gelombang protes di Brasil dimulai sekitar sebulan lalu di kota Sao Paulo setelah kenaikan tarif bus sebesar 10%.

Kenaikan tarif ini akhirnya dibatalkan menyusul protes warga selama dua minggu.

Namun, demonstrasi berubah menjadi gerakan protes nasional yang menuntut perbaikan pendidikan, pelayanan kesehatan dan transportasi.

Walikota Rio de Janeiro Eduardo Paes mengatakan "kami telah melakukan banyak hal baik, tapi publik meminta lebih."

"Kami harus menggunakan kesempatan ini untuk memberikan pelayanan yang baik juga," kata Paes kepada wartawan BBC Tim Whewell di Rio.

Menurutnya, protes ini bukanlah mengenai masalah ekonomi yang memang melambat dalam dua tahun terakhir: "Kami hampir tidak memiliki angka pengangguran. Protes ini lebih terkait kualitas pelayanan publik di Brasil."

Pemerintah Brasil harus mencari cara agar mengerti keinginan masyarakat, kata Paes.

"Brasil adalah negara demokratis yang harus tambah dewasa dan lebih baik. Saya pikir, ada masalah dalam berdemokrasi yang juga dialami seluruh dunia," kata dia.

"Publik ingin segala sesuatunya lebih transparan, mereka ingin keterbukaan dan itulah yang akan kami lakukan."

Berita terkait