Unjuk rasa besar pro dan antipemerintah di Mesir

Pendemo pro-pemerintah
Image caption Beberapa ribu pendukung Presiden Morsi melakukan demonstrasi di beberapa tempat di Kairo.

Ribuan pendukung dan penentang Presiden Mohammed Morsi mulai melakukan demonstrasi di jalan-jalan di Kairo.

Beberapa ribu pendukung presiden melakukan unjuk rasa di depan masjid utama di kawasan Nasr, dua hari sebelum peringatan satu tahun berkuasanya Morsi.

Sementara pihak penentang juga dilaporkan berkumpul di beberapa tempat di Kairo.

Keamanan diperketat termasuk dengan pengerahan tentara di berbagai tempat di ibukota dan juga kota lain.

Satu orang meningggal dan sejumlah lainnya luka-luka dalam bentrokan di Mesir utama Kamis malam (28/06).

Pendukung presiden mengatakan mereka mengakui kekuasaan Morsi dan menentang tuntutan oposisi agar ia mundur.

Dalam pidato menandai satu tahun ia berkuasa, Morsi mengatakan perpecahan itu dapat "melumpuhkan" Mesir.

Siaran talk show dihentikan

Agustus tahun lalu, pendukung dan penentang presiden bentrok karena melakukan demonstrasi pada waktu yang bersamaan.

Morsi yang berasal dari Partai Ikhwanul Muslimin menjadi presiden Islamis pertama dan dilantik tanggal 30 Juni 2012 setelah menang dalam pemilu yang dianggap berjalan bebas dan adil.

Masa jabatannya sebagai presiden diwarnai kerusuhan politik dan menurunnya perekonomian.

Dalam pidatonya, Morsi juga memperingatkan media agar tidak menyalahgunakan kebebasan berbicara.

Beberapa jam kemudian, dampak pidato Morsi terasa di media seluruh Mesir.

Talk show di TV al-Fareen diakhiri mendadak Kamis malam saat presenter Tawfiq Okasha diberitahu ia akan ditahan.

Okasha dituduh menyebarkan informasi salah dan stasiun televisi itu menghentikan penyiaran.

Presenter terkenal lain mengundurkan diri di udara dari televisi pemerintah sebagai protes atas hal yang ia sebut campur tangan pemerintah dalam masalah editorial program.

Berita terkait