Taliban harus terlibat proses perdamaian

karzai_cameron_
Image caption PM David Cameron mengatakan rakyat Afghanistan yang menentukan sendiri masa depan negara itu.

Perdana Menteri Inggris, David Cameron mengatakan Taliban harus ikut terlibat dalam proses politik jika mereka menginginkan peran pada masa mendatang di Afghanistan.

Cameron menyampaikan hal tersebut saat berada di negara itu dalam kunjungan satu harinya ke markas tentara Inggris.

Dia dalam kesempatan kemarin dia juga menyampaikan ingin melihat adanya proses politik berjalan beriringan dengan pendekatan keamanan dalam menyelesaikan konflik di Afghanistan.

Cameron mengatakan Taliban harus memahami mereka perlu untuk meletakan senjata mereka.

Tapi dia menekankan bahwa proses perdamaian 'harus menjadi milik rakyat Afghanistan, dan proses itu haruslah dipimpin oleh mereka juga."

Dalam jumpa pers bersama di Kabul dengan Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, Cameron menekankan masa depan negara itu ada di tangan rakyatnya.

"Saya percaya bahwa Taliban, mengamati semua kemajuan ini, mereka mulai menyadari bahwa mereka tidak bisa mengamankan posisi mereka di Afghanistan pada masa mendatang melalui aksi teror dan kekerasan melainkan dengan melatakan senjata mereka dan terlibat dalam sebuah proses politik," kata Cameron.

"Namun biarlah saya memperjelas bahwa proses perdamaian ini adalah Afghanistan sendiri yang menentukan."

Tidak terpengaruh

"Proses perdamaian ini harus dimiliki oleh rakyat Afghanistan dan dipimpin oleh mereka juga. Tidak ada agenda lain dari Inggris, Amerika atau negara manapun di Barat- tidak ada agenda lain kecuali stabilitas, keamanan anda sekalian dan kesejahteraan anda, itulah kenapa kami berharap proses perdamaian berjalan baik, tapi itu harus menjadi proses perdamaian yang anda gagas bukan orang atau pihak lain."

Sementara itu Presiden Karzai mengatakan bahwa aksi kekerasan berupa sejumlah serangan yang dilakukan oleh Taliban seperti yang terjadi beberapa hari lalu terhadap istana kepresidenan tidak akan menghalangi warga negara itu untuk mencari perdamaian.

"Kami telah mengetahui mereka telah membunuh rakyat Afghanistan tapi kami tetap berupaya menciptakan perdamaian. Ini adalah hal kecil kalau berbicara soal perbandingan. Serangan yang sangat tidak relevan."

"Kami lebih prihatin jika serangan ini diarahkan kepada warga sipil; kami lebih prihatin jika mereka menyerang sekolah dan anak-anak. Saya berharap mereka menghabiskan waktunya dengan menyerang istana kepresidenan dan membiarkan wilayah lain di negara ini tidak diganggu."

Insiden penyerangan terhadap istana kepresidenan di Kabul ini muncul beberapa hari setelah Taliban membuka kantor perwakilan di Qatar untuk memulai negosiasi proses perdamaian.

AS juga telah menyatakan mereka akan mulai melakukan pembicaraan formal yang akan diikuti dengan pembicaraan langsung keduanya.

Berita terkait