Protes sambut final Piala Konfederasi

  • 1 Juli 2013
brasilprotes
Image caption Polisi menghalau ribuan demonstran di dekat stadion Maracana, Brasil.

Para demonstran kembali bentrok dengan polisi ketika final Piala Konfederasi digelar antara tuan rumah Brasil dengan Spanyol di Rio de Janeiro.

Dalam kerusuhan itu polisi menembakkan gas air mata ketika demonstran menembakkan kembang api ke stadion sepakbola.

Presiden Brasil, Dilma Rousseff, tidak menghadiri turnamen itu. Dia dicemooh pada saat pembukaan turnamen tersebut.

Protes dimulai hampir satu bulan yang lalu dimulai dari isu kenaikan tarif angkutan umum, namun merebak ke masalah lain.

Pada Minggu (30/06) sekelompok demonstran berusaha menyerbu sebuah bangunan milik Asosiasi Sepak Bola (CBF) Brasil di Rio.

Namun polisi terus mendorong mereka dan menyelesaikan masalah ini di luar gedung.

"Fifa - bayar tagihan kami"

Para demonstran menuntut pengunduran diri Presiden CBF, Jose Maria Marin, yang dituduh tidak mampu memimpin.

Di tempat terpisah ribuan orang berjalan dari stadion Maracana sambil memukul drum dan menyanyikan slogan-slogan.

Mereka menuntut transportasi publik digratiskan sambil membawa spanduk bertuliskan "Fifa - bayar tagihan kami." Para demonstran juga menuntut pengunduran diri gubernur Rio.

Beberapa menit sebelum pertandingan dimulai, sekelompok massa melempar batu dan kembang api kepada polisi yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata.

Berita terkait