Kota Quetta di Pakistan berkabung

Quetta
Image caption Perkantoran dan pertokoan tutup di Quetta menjelang pemakaman para korban.

Kota Quetta berkabung selama satu hari menyusul rangkaian kekerasan di Pakistan yang menewaskan sedikitnya 56 orang.

Sejumlah besar perkantoran dan pertokoan tutup sebagai tanda berduka dan keamanan diperketat di kawasan kawasan Hazara di kota tersebut dengan pengerahan polisi dan tentara.

Pasar di Quetta juga tutup di tengah persiapan pemakaman para korban, yang beberapa akan berlangsung pada hari ini, Senin 1 Juli.

Dalam serangan bom bunuh diri, Minggu (30/06), di masjid umat Syiah di kawasan Hazara, sedikitnya 30 orang tewas, termasuk di antaranya sembilan perempuan dan lima orang anak.

Sementara 18 lain tewas ketika aparat keamanan di Peshawar diserang.

Beberapa serangan menyebabkan belasan korban jiwa, termasuk dua bom di pinggir jalan di kawasan kesukuan Waziristan yang menewaskan delapan orang.

Kelompok Sunni militan, Lashkar-e-Jhangvi, mengaku mereka yang melakukan serangan tersebut.

Masih berlangsung

Image caption Quetta sering menjadi sasaran kekerasan oleh kelompok militan.

Hari Senin, kekerasan masih berlangsung dengan tewasnya dua polisi ketika sebuah pos polisi di Peshawar diserang oleh pria bersenjata.

Kepolisian setempat menyebutkan tiga orang pria bersenjata menggunakan sepeda motor dalam melakukan serangan tersebut dan identitas penyerang masih belum diketahui.

Quetta sering menjadi sasaran kekerasan dalam beberapa waktu belakangan, dengan umat Syiah umumnya menjadi sasaran dari kelompok militan Sunni.

Pertengahan Februari tahun ini, 89 orang tewas akibat serangan bom di pasar Quetta dan serangan terbaru pada hari Minggu di sejumlah tempat di Pakistan merupakan salah satu serangan yang paling mematikan dengan jumlah korban mencapai puluhan.

Para wartawan melaporkan Perdana Menteri Pakistan yang baru terpilih, Nawaz Sharif, berada di bawah tekanan untuk menghentikan gelombang kekerasan di negaranya.

Berita terkait