India setujui program pangan murah

  • 3 Juli 2013
Anak-anak di India
Image caption Pemberian beras bersubsidi diharapkan akan mengurangi jumlah penduduk miskin di India.

Pemerintah India menyetujui program tunjangan sosial besar baru untuk menyediakan pangan bersubsidi kepada sepertiga penduduk negara itu.

Berdasarkan program yang disebut Peraturan Keamanan Pangan, pemerintah akan menyediakan beras atau gandum sebanyak lima kilogram dengan harga subsidi atau sekitar Rp500 per kilogram per bulan.

Beras murah akan diberikan kepada sekitar 800 juta orang. Sekitar 75% dari penerima pangan bersubsidi berada di wilayah pedesaan dan 50% di wilayah perkotaan.

"Kabinet secara bulat menyetujui Peraturan Keamanan Pangan," kata Menteri Pangan India K.V. Thomas, Rabu, 3 Juli.

Menjelang pemilu

Untuk membiaya program ini pemerintah diperkirakan akan mengeluarkan dana sebesar US$20 miliar.

"Program ini disebut sebagai program tunjangan sosial terbesar di dunia," lapor wartawan BBC di Delhi, Sanjoy Majumder.

Agenda pangan murah itu diusung oleh pemimpin partai Kongres yang berkuasa, Sonia Gandhi.

Ia bersitegas memenuhi janji kampanye pada 2009 meskipun muncul kekhawatiran akan adanya dampak bagi keuangan publik dan harga-harga pangan secara umum.

Para pendukung program mengatakan langkah ini akan mengurangi angka kemiskinan khususnya di daerah-daerah tertentu di India yang kondisinya lebih buruk dibanding kawasan Sub-Sahara Afrika.

Tetapi kalangan yang menentang berpendapat program pangan murah tidak praktis dan mahal, dan diterapkan dengan pertimbangan menjelang pemilihan umum pada 2014 mendatang.

Berita terkait