Presiden interim Mesir rangkul Ikhwanul Muslimin

Perempuan Mesir
Image caption Banyak warga Mesir menyambut pergantian kekuasaan di negaranya.

Presiden sementara Mesir Adly Mansour mengajak Ikhwanul Muslimin untuk turut berpartisipasi dalam kehidupan politik sehari setelah militer menggulingkan pendahulunya, Mohammed Morsi.

Ketika berbicara setelah diambil sumpahnya di Mahkamah Konstitusi pada Kamis (04/07), Adly Mansour berjanji akan menjadikan menjadikan demokrasi yang lebih adil dan tidak penuh dengan kecurangan yang juga meliputi Ikhwanul Muslimin, organisasi asal Mohammed Morsi.

Ikhwanul Muslimin (IM) mengatakan tidak akan bekerja sama dengan hal yang disebut sebagai perampas kekuasaan.

Namun organisasi itu menyerukan kepada para pendukungnya untuk tidak melakukan kekerasan bila mereka mengadakan protes.

Pemimpin gerakan tersebut Mohammed Badie dilaporkan telah ditangkap di kota Marsa Matrouh. Ia adalah salah seorang pucuk pimpinan Ikhwanul Muslimin yang ditangkap setelah Morsi dilengserkan.

Korban tewas

Pihak berwenang telah mengeluarkan perintah penangkapan bagi lebih dari 200 anggota lainnya. Morsi sendiri masih dikenai tahanan rumah.

Seorang wartawan di Kairo Musthafa Abdul Rahman melaporkan sejauh ini militer belum memberikan alasan di balik penahanan mantan Presiden Mohammed Morsi.

"Militer tidak menyampaikan alasannya, yang jelas setelah pengumuman pelengseran tadi malam itu langsung ada aksi penahanan pimpinan-pimpinan IM," jelasnya.

Morsi menegaskan pelengserannya adalah kudeta militer.

Angkatan Bersenjata mengatakan Morsi "gagal memenuhi tuntutan rakyat".

Pergantian kekuasaan di Mesir terjadi setelah unjuk rasa massal selama berhari-hari menentang Morsi dan Ikhwanul Muslimin. Mereka menuduh mereka mengusung agenda berhaluan Islam dan gagal mengatasi masalah ekonomi.

Kementerian Kesehatan mengatakan sedikitnya 10 orang tewas dan puluhan orang mengalami luka-luka dalam bentrokan di sejumlah lokasi Rabu malam (03/07).

Berita terkait