Presiden baru Mesir Adly Mansour dilantik

Adly Mansour
Image caption Adly Mansour akan menjabat sebagai presiden sampai disusun UUD baru.

Ketua Mahkamah Konstitusi Mesir Adly Mansour telah diambil sumpahnya sebagai presiden sementara setelah Mohammed Morsi digulingkan oleh militer pada Rabu malam (03/06).

Pengambilan sumpah Adly Mansour diadakan di Mahkamah Konstitusi hari Kamis, 4 Juli, dan disiarkan langsung di televisi pemerintah.

Dalam pidatonya, Mansour berjanji akan melayani rakyat Mesir.

"Saya bersumpah kepada Tuhan Maha Agung untuk menjunjung sistem repulik, menghormati konstitusi dan undang-undang, mengamankan kepentingan rakyat, dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dan kesatuan wilayahnya," kata Mansour.

Presiden interim Mesir juga memuji Angkatan Bersenjata dan rakyat negara itu. Ia mengatakan era "penyembahan kepada penguasa" harus diakhiri.

Kudeta atau bukan?

Berdasarkan peta jalan yang dirancang militer, Adly Mansour akan menjabat sebagai presiden sementara sampai disusun konstitusi baru dan dilaksanakan pemilihan umum.

Mohammed Morsi, yang tercatat sebagai pemimpin pertama yang dipilih secara demokratis, sekarang ditahan di pangkalan militer setelah pelengseran yang disebutnya sebagai kudeta militer.

Seorang wartawan di Kairo, Musthafa Abdul Rahman, mengatakan di Mesir muncul perbedaan persepsi mengenai pelengseran Morsi. Kalangan yang menentang Morsi, jelas Musthafa, tidak menganggap hal itu sebagai kudeta militer.

"Tapi ini adalah revolusi kedua atau kepanjangan dari revolusi 11 February 2011 dan militer hanya memenuhi aspirasi rakyat. Tapi pada waktu yang sama, pendukung Morsi yang jumlahnya juga tidak kecil terutama di daerah-daerah, ini adalah kudeta militer," jelasnya kepada BBC Indonesia.

Musthafa menuturkan suasana di ibukota Mesir hari ini kembali normal dan orang-orang mulai bekerja. Kerusuhan yang semula diduga akan dilakukan oleh kubu pendukung Morsi sejauh ini tidak terjadi.

"Di sini militer sangat siap siaga. Kendaraan lapis baja masih terdapat di beberapa jalan utama," kata Mustafa.

Berita terkait