Tentara Mesir ijinkan 'protes damai'

  • 5 Juli 2013
Image caption Ikhwanul Muslimin menolak bekerjasama dengan pemerintahan interim.

Angkatan bersenjata Mesir mengatakan akan mengijinkan protes damai untuk digelar menjelang demonstrasi demonstrasi yang akan digelar oleh partai pendukung Presiden terguling Mohammed Morsi.

Para pendukung Ikhwanul Muslimin berencana untuk menggelar demonstrasi pada hari ini setelah militer menggulingkan kekuasaan Presiden Mesir sebelumnya.

Presiden interim yang baru dilantik, Adly Mahmud Mansour, telah berjanji untuk mengadakan pemilihan berdasarkan "kehendak rakyat sejati".

Sementara dalam sebuah pernyataan di Facebook, pimpinan militer Mesir mengatakan tidak akan "bertindak sewenang-wenang terhadap suatu faksi atau arus politik" dan akan menjamin hak untuk protes, selama demonstrasi tidak mengancam keamanan nasional.

"Protes yang damai dan kemerdekaan menyatakan pendapat adalah hak yang dijamin bagi semua orang, yang didapatkan oleh rakyat Mesir melalui revolusi mereka," kata pernyataan itu.

Protes lanjutan

Sementara juru bicara Ikhwanul Muslimin, Gehad el-Haddad mengatakan mereka menolak bekerjasama dengan pemerintahan yang baru.

Morsi saat ini ditahan, demikian juga para pejabat senior di Ikhwanul Muslimin -partai politik darimana Morsi berasal. Ratusan orang lainnya sedang berada dalam pencarian.

Dalam sebuah konferensi pers, Haddad menyatakan "penolakan kami dan pembatalan kudeta militer" dan menuntut Morsi dan tahanan politik lain dibebaskan secepat mungkin.

Dia menyatakan Ikhwanul Muslimin "sepenuhnya menolak kerjasama" dengan rezim baru dari dan mengatakan akan mengambil bagian dalam semua "protes damai."

Pergolakan di Mesir terjadi setelah hari aksi massa terhadap Morsi dan Ikhwanul Muslimin, yang dituduh mengejar agenda Islam dan gagal mengatasi masalah ekonomi di negara itu.

Tentara mengatakan bahwa Morsi, pemimpin terpilih secara demokratis, telah "gagal memenuhi tuntutan rakyat."

Berita terkait