Peringatan bagi warga non-Muslim di Arab Saudi

Saudi Arabia
Image caption Ancaman deportasi ditujukan untuk menghormati kesucian Ramadan di Arab Saudi.

Arab Saudi memperingatkan warga non-Muslim untuk mematuhi bulan Ramadan atau menghadapi ancaman deportasi.

"Penduduk non-Muslim di kerajaan tidak boleh makan atau minum di depan umum selama Ramadan untuk menghormati kesucian Ramadan dan perasaan umat Islam," bunyi pernyataan tertulis Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi.

Bulan puasa di Arab Saudi akan mulai pada Rabu 10 Juli dan Kementerian Dalam Negeri sudah meminta agar perusahaan maupun individu memberitahu karyawannya tentang peringatan tersebut.

Warga pendatang yang tidak beragama Islam yang sudah lama tinggal di Arab Saudi umumnya mengetahui kalau mereka akan menghadapi konsekuensi yang serius jika terlihat makan dan minum secara terbuka saat Ramadan walaupun mereka tidak berpuasa.

Wartawan BBC untuk dunia Arab, Sebastian Usher, melaporkan mereka juga memahami untuk berpakaian secara tepat, antara lain mengenakan gaun panjang dan kerudung bagi kaum perempuan.

Toko-toko juga tutup pada saat sembahyang.

Namun sepanjang Ramadan, kepekaaan meningkat di Arab Saudi karena warga Muslim berpuasa mulai sejak Subuh hingga Magrib.

Pemerintah Indonesia juga sudah memutuskan awal Ramadan jatuh pada hari Rabu, setelah sidang pada Senin (08/07) yang dipimpin Menteri Agama Suryadharma Ali dan dihadiri sejumlah ormas Islam, para ahli astronomi, dan ilmu falakh.

Berita terkait