Vatikan akan menghadap PBB terkait pelecehan seksual anak

  • 10 Juli 2013
Rohaniwan dan pastor berdoa di hadapan salib, Getty
Image caption Para pengamat mengatakan bahwa Vatikan dapat menolak permintaan komite.

PBB meminta Vatikan memberikan informasi lengkap tentang masalah pelecehan seksual terhadap anak-anak.

PBB meminta agar Vatikan menyiapkan informasi mengenai ribuan kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh beberapa rohaniwan Gereja Katolik Roma.

Permintaan Komite Hak-Hak Anak (UNCRC) dikeluarkan enam bulan sebelum perwakilan Vatikan menghadap badan PBB pada Januari mendatang untuk menjawab beberapa pertanyaan yang mayoritas terkait skandal yang mengguncang gereja Katolik selama lebih 10 tahun terakhir.

PBB juga meminta informasi mengenai bantuan yang diberikan kepada para korban pelecehan seksual terhadap anak-anak dan kejadian apa pun di mana pihak yang mengadukan dibungkam.

Ini adalah kali pertama PBB melakukan penilaian yang mencakup banyak hal.

Awal tahun ini Paus Fransiskus mengatakan bahwa penyelesaian masalah kekerasan seksual adalah hal yang sangat penting demi menjaga kredibilitas Gereja Katolik.

'Ruang untuk optimisme'

UNCRC yang berpusat di Jenewa, Swiss, mengirimkan "daftar masalah" kepada Vatikan untuk mendapatkan "informasi secara mendetil mengenai semua kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh para rohaniwan, bruder, dan biarawati atau siapa pun yang menjadi perhatian Tahta Suci."

Kuesioner dipakai untuk menentukan apakah pelaku kejahatan seksual diperbolehkan untuk tetap berhubungan dengan anak-anak dan tindakan hukum yang akan diambil.

Tetapi para pengamat mengatakan walaupun UNCRC mengikat secara hukum, Vatikan dapat menolak permintaan komite.

Vatikan baru-baru ini menyusun pedoman untuk menghindari masalah pelecehan dan menekankan akan membantu para korban, memperingatkan anak di bawah umur, melatih rohaniwan, rehabilitasi pelaku pelecehan, dan bekerjasama dengan pihak yang berwajib.

Berita terkait