Penyelidikan suap eksekutif perusahaan obat GSK di Cina

  • 11 Juli 2013
Glaxosmithkline
Xinhua melaporkan polisi telah menyelidiki sejumlah eksekutif yang diduga menyuap dokter.

Sejumlah eksekutif senior perusahaan obat GlaxoSmithKline (GSK) di Cina diselidiki terkait suap terhadap pejabat dan para dokter untuk meningkatkan penjualan.

Kantor berita Xinhua melaporkan mereka diselidiki karena dugaan suap dan pelanggaran pajak.

GSK mengatakan Senin (08/07) lalu bahwa mereka menyelidiki klaim bahwa staf mereka menggunakan taktik tidak layak untuk memasarkan Botox.

Namun perusahaan layahan kesehatan itu mengatakan tidak menemukan bukti sejauh ini.

"Kami menyelidiki klaim baru ini. Namun dari penyelidikan kami, sejauh ini tidak menemukan bukti penyuapan atau korupsi terkait penjualan dan pemasaran Botox di Cina," kata juru bicara GSK.

"GSK memiliki prosedur ketat dalam sektor ini. Kami bangga dengan standar tinggi (peraturan) dan beroperasi sesuai dengan itu," tambahnya.

Suap untuk dokter

Tuduhan itu pertama dilaporkan oleh Wall Street Journal yang mengklaim telah melihat dokumen internal yang menunjukkan staf penjualan "diperintahkan oleh manajer lokal untuk menggunakan email pribadi dalam membicarakan strategi pemasaran terkait Botox".

"Dalam email pribadi, staf penjualan membicarakan pemberian uang untuk dokter yang menulis resep Botox dengan pembayaran tunai, dan kredit sebagai imbalan persyaratan pendidikan medis dan tawaran lain," lapor Wall Street.

Kantor berita Xinhua melaporkan Kamis (11/07) bahwa pernyataan dari kementerian keamanan publik mengungkapkan bahwa polisi telah memeriksa sejumlah tersangka.

Xinhua menambahkan polisi telah menemukan bukti terkait pelanggaran yang dilakukan.

Berita terkait