Bom mobil di luar Damaskus tewaskan 13 orang

  • 15 Juli 2013
suriah
Image caption Bentrokan terus terjadi antara pemberontak dan tentara di seluruh penjuru Suriah.

Sebuah bom mobil meledak di luar ibukota Suriah, Damaskus, dan menewaskan setidaknya 13 orang termasuk 10 polisi, demikian dikatakan aktivis.

Ledakan yang terjadi Minggu (14/07) malam, meledak di dekat sebuah kantor polisi di kota Deir Atiyeh, di utara Damaskus, menurut badan HAM Suriah, Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris.

Kantor berita negara Sana, mengkonfirmasi berita tersebut dan mengatakan 'teroris' telah mengakibatkan dampak yang belum terukur.

Ledakan terjadi seiring upaya tentara Suriah yang mencoba mendapatkan kembali daerah di sekitar Damaskus.

Koresponden mengatakan pemerintah tampak siap untuk merebut kembali Jobar dan maju menuju Qaboun, keduanya dikuasai selama berbulan-bulan oleh pasukan oposisi.

"Tentara bergerak dengan cepat di Jobar," kata Komandan Militer Suriah kepada Associated Press.

"Daerah akan diamankan dalam beberapa hari ke depan sesuai dengan rencana yang telah disusun dengan baik."

Tahanan sipil

Syrian Observatory -yang bergantung pada jaringan aktivis oposisi di lokasi- mengatakan sekitar 200 penduduk sipil ditahan oleh tentara pemerintah di masjid di Qaboun, pada Minggu (14/07) kemarin.

Mereka mampu melarikan diri ketika bentrokan pecah di dekat masjid, kata Syrian Observatory. Namun laporan ini tidak dapat diverifikasi.

Situasi kemanusiaan akibat konflik di Suriah diperkirakan bisa menjadi yang terburuk pada abad ini kecuali masyarakat internasional bisa segera mengatasi konflik tersebut.

Hal ini dikatakan Andi Wijaya, presiden Komite Hukum Kemanusiaan Internasional, di sela-sela mengunjungi kamp pengungsi Suriah di Yordania, akhir Juni lalu.

Berita terkait