PM Netanyahu: negosiasi 'vital' bagi Israel

  • 21 Juli 2013
Warga Palestina
Image caption Warga Palestina berdemo menuntut pembebasan tahanan di penjara Israel, Jumat (19/07).

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut kelangsungan berlanjutnya perundingan dengan kubu Palestina sebagai "Kepentingan vital dan strategis" bagi Israel.

Ia berterimakasih pada Menlu AS John Kerry atas "upaya besarnya" menyambung pembicaraan antara dua negara dan mengharapkan perundingan akan berlangsung "serius dan bertanggung jawab".

Perundingan awal diperkirakan akan dimulai di Washington pada pekan depan atau sesudahnya.

Pengumuman Menlu Kerry terkait kelanjutan perundingan ini pada Jumat (19/07) lalu mengakhiri diplomasi bolak-balik yang sibuk sepanjang empat hari, dan kunjungan ke Timur Tengah kali ini adalah yang keenam baginya dalam beberapa bulan terakhir.

Ia menolak menyebut apa saja syarat yang diajukan masing-masing pihak dengan alasan "cara terbaik untuk memberi kesempatan agar negosiasi ini berhasil adalah dengan membiarkan kedua pihak sendiri".

Namun pada Sabtu (21/07), Israel mengatakan akan melepas tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan awal termasuk "sejumlah tahanan kelas berat yang sudah ditawan sejak puluhan tahun".

'Negosiasi serius'

Menteri urusan Internasional Israel Yuval Steinitz, mengatakan dalam siaran radio Israel bahwa perjanjian menjelang negosiasi itu sidah sesuai dengan prinsip yang diletakkan oleh PM Netanyahu sebelum perundingan dimulai.

Pelepasan tahanan akan dilakukan dalam beberapa tahap, meski tak dijelaskan berapa jumlahnya.

Seorang pejabat Palestina mengatakan dalam diskusi muncul angka 350 tahanan yang akan dibebaskan dalam tempo satu bulan, termasuk 100 orang yang sudah dipenjarakan sejak sebelum 1993 saat Israel dan Palestina meneken janji damai Oslo.

Semenetara kelompok HAM Israel B'Tselem menyebut saat ini ada 4.817 orang Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.

Sementara dari kubu Palestina dijanjikan negosiasi damai akan dilakukan dengan "serius" selama sedikitnya sembilan bulan kata Menteri Steinitz.

Terkait syarat Palestina bahwa negosiasi baru bisa dilanjutkan kalau Israel menghentikan pembangunan pemukiman di wilayah Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki, ia menolak mentah-mentah.

"Tak mungkin kami setuju memulai perundingan dengan menentukan batas teritorial atau konsesi Israel, atau pengehentian proyek konstruksi (pemukiman)."

Israel dan Palestina melakukan pembicaraan damai terakhir tahun 2010, saat terhenti karena sengketa perluasan pembangunan pemukiman di wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Berita terkait