Al-Qaida klaim serang dua penjara Irak

  • 23 Juli 2013
Abu Ghraib
Image caption Penjara Abu Ghraib pernah digunakan sebagai pusat penyiksaan di masa Saddam Hussein berkuasa.

Al-Qaida mengatakan telah melakukan serangan ke dua penjara di Irak, yang menyebabkan ratusan tahanan lari, termasuk pemimpin senior grup militan Islam.

Dalam sebuah pernyataan, al-Qaida mengatakan serangan yang terjadi Minggu (21/07), merupakan langkah akhir dalam kampanye bertujuan membebaskan tahanan dengan sasaran pejabat sistem pengadilan.

Setidaknya 20 petugas keamanan meninggal saat orang bersenjata menyerbu penjara Abu Ghraib dan Taji dekat Baghdad.

Abu Ghraib pernah digunakan untuk menyiksa pihak oposisi ketika Saddam Hussein berkuasa.

Keburukan penjara ini terungkap pada 2004 ketika sebuah foto diterbitkan, yang menggambarkan tahanan disiksa oleh tentara Amerika Serikat.

Pada Selasa (23/07), afiliasi al-Qaida yang menamakan diri mereka Islamic State of Iraq and the Levant mengatakan telah melakukan serangan di penjara.

Grup ini mengatakan menghabiskan 'perencanaan yang memakan waktu berbulan-bulan' untuk menyerang Abu Ghraib yang terletak di bagian barat ibu kota dan Taji di bagian utara.

Grup juga mengklaim sekitar 500 militan termasuk diantara ratusan tahanan yang kabur.

Dipersenjatai baik

Otorita Irak pada mulanya membantah ada tahanan yang kabur dalam penyerangan, tetapi kemudian diketahui 'beberapa' tahanan kabur.

Menteri dalam negeri Irak mengatakan dalam pernyataan Selasa (23/07) bahwa orang bersenjata mendapat bantuan dari penjaga penjara.

Pertempuran berkobar selama beberapa jam setelah penjara diserang pada Minggu malam.

Penyerang bersenjata melemparkan mortir di sekitar penjara dan menggunakan bom mobil di pintu masuk.

Situasi akhirnya dapat dikontrol pada Senin pagi, dengan menggunakan helikopter militer.

Menteri Dalam Negeri Wissam al-Firaiji sebelumnya mengatakan para penyerang, yang ia sebut teroris, dipersenjatai dengan baik.

"Serangan terhadap penjara Taji saja dilakukan oleh sembilan pelaku bom bunuh diri dan tiga bom mobil yang dikendarai oleh pelaku bom bunuh diri," katanya kepada wartawan.

"Para penyerang juga melemparkan lebih dari 100 mortir," katanya, menambahkan bahwa narapidana sudah berada "di bawah kendali" lagi.

Berita terkait