Bradley Manning tunggu vonis

  • 30 Juli 2013
Bradley Manning
Image caption Prajurit Manning terancam dijatuhi hukuman seumur hidup akibat 22 dakwaan.

Hakim militer AS hari ini dijadwalkan membacakan putusan terhadap prajurit Bradley Manning yang didakwa membocorkan rahasia negara pada situs pembocor Wikileaks.

Manning, 25, akan mendengar vonis dibacakan Hakim Kolonel Denise Lind sekitar pukul 13:00 waktu setempat (dini hari WIB) Selasa (30/07) ini.

Prajurit Manning mengakui membocorkan dokumen tersebut pada Wikileaks namun membantah dakwaan terberat yang menyebut dirinya "membantu pihak musuh."

Dia telah menyatakan diri bersalah terhadap 10 dakwaan ringan dari total 22 dakwaan, dan menghadapi ancaman hukuman seumur hidup jika dinyatakan terbukti bersalah.

Manning, yang posisinya semula adalah analis intelijen, ditahan di Irak bulan Mei 2010. Ia ditahan selama berminggu-minggu di Kamp Arifjan, yang merupakan salah satu basis militer AS di Kuwait, sebelum dipulangkan ke AS.

Selain dakwaan membantu musuh, Manning juga dituduh menyimpan material intelijen tanpa izin, mencuri, serta melanggar aturan pemakaian komputer.

'Pahlawan'

Dalam sidang mahkamah militer di Fort Meade, Maryland, Manning duduk di kursi terdakwa sejak awal Juni lalu.

Menurut Jaksa Penuntut Mayor Ashden Fein, Manning dengan sistematis meraup ratusan ribu dokumen rahasia dan menyalurkannya pada WikiLeaks.

Menurut Jaksa prajurit berkacamata itu mestinya tahu dokumen yang bocor bisa sampai pada pengikut al-Qaeda.

Jaksa juga menyebut pembocoran ini membahayakan keamanan nasional AS serta mengancam nyawa warga AS di negeri asing.

Jaksa mengklaim sebagian dari informasi ini akhirnya sampai ke tangan Osama bin Laden.

Sebaliknya menurut pengacaranya, apa yang dilakukan Manning adalah meniup peluit kebenaran dengan niat baik, karena prajurit muda ini masih naif dan ia merasa kecewa setelah melihat kenyataan di lapangan setelah dipekerjakan di Irak tahun 2009.

Sementara di mata pendukungnya, Manning juga dipandang sebagai pahlawan yang berani melawan kesewenangan pemerintah negara adikuasa seperti AS.

Para pendukung Manning menggelar aksi dukungan pada Manning di luar Fort McNair di Washington, pada hari Jumat (26/07).

Berita terkait