Kohl ingin kurangi populasi warga Turki di Jerman

  • 2 Agustus 2013
kohl_thatcher
Image caption Helmut Kohl mengatakan warga Turki tidak bisa menyatu dengan warga di Jerman.

Majalah di Jerman mengatakan, berdasarkan dokumen resmi pemerintah Inggris, mantan Kanselir Helmut Kohl pada awal tahun 1980-an pernah berkeinginan untuk mengurangi setengah jumlah warga Turki yang tinggal di Jerman Barat.

Dia pernah mendiskusikan ide tersebut dengan Perdana menteri Inggris saat itu, Margareth Thacher dalam pertemuan di Bonn tahun 1982, tulis Spiegel Online.

Saat itu Kohl mengatakan bahwa orang Turki "tidak bisa berintegrasi dengan baik."

Kohl mengatakan kepada Thacher dia menginginkan jumlah populasi mereka di Jerman dikurangi hingga setengahnya dalam waktu empat tahun.

Spiegel Online mengatakan dokumen ini pernah ditandai sebagai dokumen rahasia namun sekarang telah boleh dipublikasikan setelah periode untuk merahasiakannya berakhir.

"Kanselor Kohl mengatakan...Dalam kurun waktu empat tahun perlu untuk mengurangi jumlah orang Turki hingga 50%-namun tidak bisa dipublikasikan," bunyi isi salah satu catatan dalam pertemuan itu seperti dilaporkan oleh Spiegel Online.

Menentang kedatangan imigran

"Orang Jerman tidak mempunyai masalah dengan orang Portugal, Italia bahkan dengan orang Asia Tenggara, karena komunitas mereka mampu menyatu dengan baik," kata catatan tersebut.

"Tapi orang Turki datang dari budaya yang khas dan tidak bisa bisa menyatu dengan baik."

Pembuat dari laporan yang mencatat perbincangan tersebut adalah Sekretaris Pribadi Thatcher, AJ Coles.

Warga Turki mulai bermigrasi ke Jerman pada bulan Oktober tahun 1961 ketika perjanjian kerjasama perekrutan buruh tenaga kerja ditandatangani kedua negara.

Kanselir Helmut Kohl yang juga merupakan pemimpin partai konservatif, Demokrat Kristen, CDU selama memimpin pemerintahan negara itu kerap bersuara menentang kedatangan warga asing ke Jerman.

Meski demikian jumlah imigran terus berdatangan ke Jerman dengan jumlah yang meningkat.

Sejauh ini belum ada komentar dari kantor Kohl tentang laporan Spiegel Online.

Berita terkait