Kedubes Inggris di Yaman tutup sementara

Kedubes Inggris
Image caption Kedubes Inggris tutup selama dua hari menyusul ancaman serangan teroris

Kementrian Luar Negeri Inggris mendesak warga negaranya untuk meninggalkan Yaman, setelah penutupan kantor kedutaannya di Sanaa selama dua hari menyusul adanya peringatan serangan teroris.

Pemerintah Inggris juga mengeluarkan peringatan perjalanan ke Yaman karena "peningkatan masalah keamanan."

Jumlah warga negara Inggris di Yaman mencapai ratusan orang, sebagian besar bekerja di kedutaan, lembaga amal, organisasi PBB, dan perusahan minyak.

Penutupan kantor kedutaan Inggris di Sanaa, yang sebelumnya hanya dioperasikan oleh staf-staf penting saja, disebutkan sebagai 'kebijakan pencegahan' sampai Selasa.

Kantor kedutaan Prancis dan Jerman juga ditutup menyusul misi diplomatik AS di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pejabat AS bertemu di Washington pada Sabtu (03/08) lalu untuk meninjau ancaman serangan teroris yang menjadi alasan penutupan 21 kantor kedutaan besar dan konsulat dan larangan bepergian untuk warga negara Amerika.

Peringatan itu dilakukan setelah AS dilaporkan menerima pesan al-Qaeda, yang diklaim berasal dari tokoh senior organisasi tersebut mengenai rencana serangan terhadap kantor kedutaan besar.

Sementara itu, Interpol juga mengeluarkan peringatan keamanan global, menyusul adanya penjebolan penjara yang terkait dengan jaringan al-Qaeda di lima negara.

Interpol mengatakan "ratusan teroris" telah keluar dari penjara di sejumlah negara termasuk Irak, Libia, dan Pakistan dalam beberapa bulan.

'Kewaspadaan'

Dalam situsnya, Kementrian Luar Negeri menyarankan warga Inggris untuk tidak berkunjung ke Yaman, dan bagi yang berada di sana untuk segera pergi.

Pernyataan itu menyebutkan "ancaman besar terorisme terjadi di Yaman" dan "sebuah ancaman penculikan yang sangat besar berasal dari kelompok suku bersenjata, kriminal dan teroris."

Seorang juru bicara kementrian luar negeri tidak mengatakan jika kantor kedutaan ditutup karena sebuah ancaman spesifik, tetapi sejumlah kantor kedutaan besar Inggris di Timur Tengah telah diberi peringatan adanya peningkatan ancaman.

Seorang juru bicara kementrian luar negeri mengatakan: "Kami memberikan peringatan perjalanan dan keamanan bagi staf dan misi kami dengan sejumlah pertimbangan.

"Peringatan perjalanan kami terutama kewaspadaan selama Ramadhan, ketika suhu dapat meningkat. Kami terutama khawatir pada masalah situasi keamanan dalam hari terakhir Ramadhan sampai Idul Fitri."

Analisis Keamanan Peter Bergen mengatakan kelompok militan al-Qaeda sebelumnya telah menunjukkan "keinginan besar dalam melakukan serangan" di hari ke-27 di bulan Ramadhan pada Minggu ini.

Tidak seperti AS, kantor kedutaan besar Inggris di Saudi Arabia, Oman, Qatar, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab dan Irak tetap buka, tetapi memperingatkan para stafnya untukuk "waspada."

Berita terkait