Warga AS diminta meninggalkan Yaman

Yaman
Image caption Keamanan ditingkatkan di Sanaa dengan pengerahan ratusan kendaraan lapis baja.

Departemen Luar Negeri Amerikat Serikat, Selasa 6 Agustus, memerintahkan warganya dan staf pemerintah yang tidak penting untuk segera meninggalkan Yaman dengan alasan ancaman keamanan.

Seruan itu dikeluarkan setelah penutupan 20 kedutaan dan konsulat Amerikat Serikat sejak Minggu (04/07) dan beberapa akan tetap tutup hingga Sabtu akhir pekan ini.

Washington mengatakan penutupan misi mereka di kawasan Afrika Utara dan Timur Tengah merupakan tindakan untuk berjaga-jaga.

Langkah pengamanan ekstra diambil karena tersadapnya pembicaraan antara dua tokoh al-Qaida, termasuk pemimpin utamanya, Ayman al-Zawahiri, seperti dilaporkan sejumlah media Amerika Serikat.

Keamanan di ibukota Yaman, Sanaa, ditingkatkan dengan pengerahan ratusan kendaraan lapis baja di sekitar istana presiden, sarana vital, maupun kedutaan asing, seperti dilaporkan wartawan BBC, Abdullah Ghorab.

Seruan Eropa

Menurut sebuah sumber keamanan yang tidak bersedia disebutkan namanya, dinas intelijen Yaman mendapati puluhan anggota a-Qaida sudah tiba di Sanaa dalam waktu beberapa hari belakangan dari berbagai tempat untuk melaksanakan rencana serangan.

Baik Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa ancaman terbaru berasal dari kelompok al-Qaida Semenanjung Arab, AQAP, namun tidak memerinci lebih lanjut.

Peringatan bagi warga Amerika untuk melakukan perjalanan ke luar negeri, yang dikeluarkan pekan lalu, tetap berlaku hingga akhir Agustus.

Beberapa negara Eropa juga menutup misi mereka di Yaman dan Departemen Luar Negeri Inggris menyarankan agar warganya tidak melakukan perjalanan ke Yaman.

Berita terkait