Seruan Rouhani untuk perundingan nuklir Iran

Hassan Rouhani
Image caption Hassan Rouhani meraih kemenangan dalam pemilihan dengan meraih lebih dari 50% suara.

Presiden Iran yang baru dilantik, Hassan Rouhani, menyerukan perundingan yang 'serius dan subtansif' tentang program nuklir Teheran dengan masyarakat internasional.

Hal itu diungkapkannya dalam konferensi pers pertama, Selasa 6 Agustus, sejak diambil sumpahnya, Minggu dua hari lalu.

"Kami siap, secara serius dan tanpa membuang waktu untuk terlibat dalam perundingan yang serius dan subtansif dengan pihak lain," tegasnya.

"Namun tuntutan di luar kerangka hukum dan yang tidak logis serta tuntutan yang kadaluwarsa tidak akan berguna. Kita harus menangani masalahnya melalui pendekatan yang realistis."

Rouhani juga menegaskan bahwa jalan ke luar hanya bisa dicapai semata-mata lewat perundingan dan bukan ancaman.

"Solusi hanya berlandaskan pelaksanaan perundingan dan ancaman tidak akan bisa dipakai sebagai jalan ke luar dan hanya akan memperdalam masalah."

Rouhani meraih kemenangan dalam pemilihan presiden, Jumat 14 Juni dengan lebih dari 50% suara dengan kampanye berbasis sikap yang lebih moderat dan interaksi yang lebih besar dengan dunia internasional.

Dukungan Rusia

Amerika Serikat mengatakan kepemimpinan Rouhani memberikan kesempatan bagi Iran untuk memecahkan keprihatinan dunia yang mendalam.

"Jika pemerintah baru memilih untuk terlibat secara substansif dan serius untuk memenuhi kewajiban internasionalnya dan menemukan penyelesaian damai atas masalah ini, maka mereka akan menemukan mitra di Amerikat Serikat," seperti tertulis dalam pernyataan.

Negara-negara Barat menuduh Iran sedang berupaya mengembangkan senjata nuklir namun Teheran berulang kami membantah dengan menegaskan program nuklirnya untuk tujuan damai.

Dan mereka menolak tuntutan dari kelompok yang disebut P5+1 yang terdiri dari 5 anggota Dewan Keamanan PBB dan Jerman agar menghentikan pengayaan uraniumnya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, yang sedang berada di Italia, sepenuhnya mendukung pernyataan Rouhani dan mengkritik langkah unutk memperketat sanksi atas Iran.

"Kini amat penting untuk mendukung pendekatan konstruktif dari kepemimpinan Iran," katanya seperti dikutip kantor berita Reuters.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, rencananya akan bertemu dengan Rouhani di Kirgistan pada bulan September.

Berita terkait