Serangan mematikan kedua di Pakistan

quetta
Image caption Sehari sebelum penembakan, Quetta juga diguncang bom bunuh diri yang menewaskan sedikitnya lima orang.

Setidaknya delapan orang meninggal ketika kelompok bersenjata melepaskan tembakan di luar masjid dalam serangan kedua di Quetta, barat daya Pakistan.

Sekitar 15 orang lainnya terluka dalam serangan yang datang ketika umat meninggalkan masjid Islam Sunni setelah doa pagi memperingati Idul Fitri.

Timah panas menghantam mobil Ali Madad Jatak, mantan pejabat dari Partai Rakyat Pakistan (PPP), tapi dia tidak terluka.

Pada Kamis (08/08), belasan orang tewas akibat bom bunuh diri di Quetta.

Dalam serangan terbaru ini, empat orang tidak dikenal melepaskan tembakan kepada pejabat tersebut saat umat berdoa, demikian menurut situs Dawn News.

Jatak memegang peran menteri di pemerintah provinsi Balochistan, sebagai wakil dari PPP, yang memimpin pemerintah koalisi nasional terakhir.

Sektarian

Belum ada kelompok yang menyatakan melakukan penembakan, yang terjadi di dekat pintas timur Quetta.

Empat orang tewas di lokasi kejadian sementara yang lain meninggal akibat luka di rumah sakit, kata seorang pejabat polisi senior setempat, Bashir Ahmad Brohi, kepada kantor berita AFP.

Quetta telah mengalami gelombang baru kekerasan sektarian, sebagian besar menargetkan Muslim Syiah minoritas.

Balochistan, yang beribukota Quetta, bermasalah tidak hanya dengan pemberontakan Taliban, tetapi juga oleh konflik sektarian antara Sunni dan Syiah dan pemberontakan separatis Baloch.

Pada Selasa (06/08) militan dari separatis Tentara Pembebasan Baloch menembak mati 13 penumpang bus 70 kilometer sebelah tenggara Quetta.

Serangan pada hari raya Idul Fitri juga terjadi di Afganistan yang menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Berita terkait