AS kembali buka sebagian besar kedutaan

yaman
Image caption Kedutaan AS di Yaman masih akan tetap ditutup hingga pengumuman selanjutnya.

Amerika Serikat mengatakan 18 dari 19 misi diplomatik mereka, yang kini ditutup karena ancaman keamanan, akan kembali dibuka pada Minggu (11/08).

Pemerintah mengatakan kedutaan di Sanaa, ibukota Yaman, akan tetap ditutup "karena kekhawatiran yang berlanjut".

Pada Minggu (04/08), AS menutup 19 misi diplomatiknya di Timur Tengah dan Afrika merespon -apa yang mereka sebut sebagai- ancaman serangan teroris.

Konsulat di kota Lahore, Pakistan, yang juga ditutup karena ancaman yang berbeda, masih belum akan dibuka.

"Kami akan terus mengevaluasi ancaman di Sanna dan Lahore, dan membuat keputusan selanjutnya tentang pembukaan kembali fasilitas tersebut berdasarkan informasi itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Jen Psaki.

"Kami juga akan terus mengevaluasi informasi tentang ini dan semua pos kami, dan mengambil langkah yang tepat untuk melindungi keselamatan personel kami, warga Amerika yang bepergian ke luar negeri, dan pengunjung ke fasilitas kami."

Evakuasi staf

Pernyataan mengatakan kedutaan di Sanaa akan terus tutup karena kekhawatiran terhadap "arus ancaman" dari al-Qaida di Semenanjung Arab (AQAP). Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.

Kebanyakan staf kedutaan di Sanna sudah diperintahkan untuk meninggalkan negara itu pada Selasa kemarin.

Penutupan kedutaan -bersamaan dengan peringatan perjalanan- datang setelah AS dilaporkan menyadap pesan al-Qaida.

Laporan mengatakan percakapan terjadi antara figur senior yang berbicara tentang rencana menyerang kedutaan.

AS menutup konsulat di Lahore pada Kamis dan mengevakuasi semua staf non-inti mengikuti apa yang digambarkan sebagai "ancaman yang nyata".

Para pejabat AS mengatakan evakuasi itu dilakukan sebagai pencegahan dan tidak terkait dengan penutupan misi diplomatik lainnya.

Berita terkait