Bom Idul Fitri di Irak, puluhan tewas

Iraq bomb
Image caption Ketegangan antara kelompok Islam Sunni dan Syiah di Irak kian meningkat.

Gelombang serangan bom menghantam Irak ketika sebagian besar warganya merayakan Idul Fitri menandai akhir bulan Ramadhan.

Lebih dari 60 orang diperkirakan tewas dalam insiden ini.

Sebelas bom ditargetkan baik Syiah dan Sunni wilayah ibukota Baghdad. Sementara bom lain meledak di kafe, pasar dan restoran di setidaknya sembilan kabupaten yang berbeda.

Sebuah bom juga menewaskan sedikitnya 10 orang di Tuz Khurmato, di sebelah utara ibukota.

Salah satu pemilik toko sepatu di sebuah wilayah mayoritas Syiah di Baghdad, Saif Mousa, mengatakan ia sedang duduk di tokonya saat mendengar ledakan di luar.

Dia mengatakan kepada kantor berita Associated Press: "Jendela toko saya hancur dan asap memenuhi seluruh wilayah. Saya pergi ke luar toko dan hampir tidak bisa melihat karena tebalnya asap. Kami mengalami hari yang mengerikan yang seharusnya menyenangkan..."

Serangan bom yang paling mematikan terjadi pada Sabtu (10/08) kemarin pada malam hari di sebelah tenggara kota Jisr Diyala, kata polisi. Bom ini menewaskan tujuh orang dan melukai 20 lainnya.

Ramadhan di Irak diperkirakan menjadi saat yang paling mematikan dengan lebih dari 670 orang tewas.

Sebagian besar kekerasan dalam enam bulan terakhir telah melibatkan kelompok militan Islam Sunni menargetkan wilayah yang berpenduduk Muslim Syiah.

Lebih dari 4.000 orang tewas dalam serangan tahun ini dan lebih dari 9.000 orang terluka, dengan provinsi Baghdad yang mengalami serangan paling buruk.

Koresponden BBC melaporkan wilayah yang terkena bom adalah wilayah Sunni dan Syiah.

Berita terkait