Masjid di Kolombo ditutup karena diserang

Sri Langka
Image caption Lima orang cedera dan sebagian masjid rusak akibat aksi kekerasan di Kolombo.

Para pemimpin Islam di Sri Langka menutup sebuah masjid baru di kawasan pemukiman di ibukota Kolombo setelah serangan umat Buddha memicu bentrokan antar kedua kelompok.

Kekerasan berawal pada Sabtu (10/08) ketika masjid dilempari batu dan insiden ini membuat sebagian bangunan masjid rusak.

Walau jam malam diberlakukan, terjadi bentrokan antarkedua kelompok agama dan lima orang cedera akibat kekerasan tersebut.

Jam malam yang diberlakukan di kawasan tempat masjid baru itu sudah dicabut hari ini, Senin 12 Agustus.

Umat Islam kini akan beribadah dengan menggunakan masjid lama yang berhasil diselamatkan dari penghancuran setelah mencapai kesepakatan dengan pemerintah, Minggu (11/08).

Masyarakat Umat Buddha di Kolombo memprotes berdirinya masjid baru tersebut yang berada di dekat vihara.

Ketegangan meningkat

Pemerintah Amerika Serikat sudah mendesak agar Sri Lanka mencari pelaku penyerangan atas masjid tersebut dan mengadilinya serta mengakhiri kekerasan atas nama agama.

Dalam pernyataannya Washington juga mengungkapkan kekhawatiran meningkatnya kekerasan atas komunitas Islam di Sri Lanka.

''Insiden ini secara khusus mengganggu di tengah sejumlah serangan baru-baru ini terhadap komunitas Islam."

Ketegangan antar umat Buddha dan Islam meningkat di Sri Langka beberapa waktu ini karena kampanye dari kelompok nasionalis Buddha yang berpendapat Islam sebagai ancaman atas Sri Langka yang didominasi etnis Sinhala yang beragama Buddha.

Akhir Maret lalu, ratusan umat Buddha menyerang gudang pakaian milik warga Muslim di Kolombo, menyebabkan beberapa orang cedera dan kerugian materi.

Dipimpin oleh seorang biksu Buddha, mereka terlihat di tayangan televisi melempari batu ke arah gudang penyimpanan milik jaringan pakaian terkenal Fashion Bug.

Dari sekitar 20 juta penduduk Sri Langka, sebanyak 9% merupakan pemeluk Islam.

Berita terkait