Ikhwanul Muslimin akan kembali berunjuk rasa

mesir

Pendukung Presiden terguling Mohammed Mursi akan melakukan unjuk rasa sesudah shalat Jumat (16/08).

Aksi ini dilakukan dua hari setelah pasukan pemerintah membubarkan kamp-kamp protes Ikhwanul Muslim di ibukota Kairo yang menelan 638 korban jiwa.

Mesir berada dalam keadaan darurat dan polisi diizinkan menggunakan peluru tajam jika nyawa mereka terancam.

Sementara itu, para pemimpin Mesir mengkritik pernyataan Presiden Obama.

Pada hari Kamis, Obama mengecam tindakan pemerintah yang memerintahkan pasukan keamanan membubarkan kamp protes dan membatalkan latihan militer gabungan.

Ia mengatakan kerja sama tidak bisa dilakukan jika warga sipil dibunuhi. Namun ia tidak membatalkan bantuan sebesar $1,3 miliar untuk Mesir.

Ikhwanul Muslimim menyerukan kepada para pendukung mereka untuk berkumpul di masjid sesudah shalat Jumat dan turun ke jalan-jalan kota Kairo.

Pemimpin kelompok itu mengatakan mereka akan berunjuk rasa dengan slogan "rakyat ingin menggulingkan kudeta."

Kelompok pro pemerintah kemudian menyerukan masyarakat untuk melindungi lingkungan tempat tinggal mereka serta gereja-gereja di seluruh negeri.

Komunitas Kristen Koptik Mesir menjadi sasaran kelompok Islamis yang menuduh gereja mendukung militer menggulingkan Presiden Mursi bulan lalu.

Ada kekhawatiran akan terulangnya pertumpahan darah setelah polisi diperbolehkan menggunakan peluru tajam.

Keprihatinan Indonesia

Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato kenegaraan di rapat paripurna Jumat pagi menyampaikan harapan agar krisis politik di Mesir segera berakhir.

"Kita berharap korban jiwa yang terus berjatuhan dapat segera dihentikan. Penggunaan kekuatan dan senjata militer dalam menghadapi para pengunjuk rasa tentulah bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan," kata Yudhoyono.

Sementara itu di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, sekelompok orang berkumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa mengecam tindakan pemerintah Mesir.

Menurut TMC Polda Metro Jaya, dari Bundaran HI pengunjuk rasa akan melanjutkan aksi mereka ke Gedung PBB.

Berita terkait