Brasil kritik praktek anti teror Inggris

Kantor NSA
Image caption Kantor Pusat NSA berada di Fort Meade, Maryland, di luar Washington DC.

Brazil mengatakan penahanan terhadap warga negaranya dengan dasar UU Anti Teror Inggris di bandar udara Heathrow sangat "memprihatinkan" dan "tak dapat dibenarkan".

Aparat Inggris menahan David Miranda, pasangan wartawan koran Guardian, Glenn Greenwald, yang menulis bocoran dokumen yang didapat dari buron inetelejen AS, Edward Snowden.

Miranda ditahan di Heathrow selama sembilan jam saat hendak berangkat ke Rio de Janeiro. Aparat Inggris juga menyita telepon genggamnya, laptop, DVD serta sejumlah barang lain dalam penahanan itu.

Ia kemudian dibebaskan namun penahanannya langsung menuai protes.

Glenn Greenwald menuding penahanan itu sebagai "intimidasi" dan merupakan "serangan jelas terhadap kebebasan pers".

Dalam UU Terorisme 2000, polisi Inggris berwenang menahan seseorang di sebuah bandara hingga sembilan jam, namun kekuasaan untuk menahan itu harus dipakai secara bijaksana dan proporsional dan harus dikaji secara internal.

'Tak terulang'

Lembaga pro-HAM Amnesty International mengatakan insiden ini menunjukkan UU tersebut dapat disalahgunakan untuk tujuan yang disebutnya "dangkal dan bersifat balas dendam".

Kepolisian Metropolitan London mengakui sempat memeriksa seorang pria usia 28 tahun di bandar udara Heathrow Airport dengan dasar UU Terorisme 2000.

Namun menurut polisi, "ia tidak ditahan" dan kemudian dibebaskan pada sore harinya.

Tetapi menurut Greenwald tindakan menahan pacarnya itu merupakan bentuk "intimidasi dan bullying".

"Mereka sama sekali tidak menanyainya soal terorisme atau kaitan apapun dengan organisasi teroris," katanya kesal pada siaran Newsday di BBC World Service.

"Mereka menghabiskan sehari itu menanyakan tentang laporan yang saya tulis dan wartawan Guardian lain yang juga mendalami liputan tentang NSA."

Greenwald mengatakan setelah penahanan pasangannya ia malah bertekad akan makin agresif menulis tentang isu intelejen ini.

Sementara menurut pemerintah Brazil tak ada pembenaran terhadap penahanan warganya tersebut karena dilakukan terhadap "individu yang tak dikenai sangkaan yang secara sah dengan menggunakan hukum (anti-terror)".

Pernyataan diplomatik Brazil itu juga menyatakan tekanan agar insiden "seperti yang terjadi pada warga Brazil hari ini" tak terulang lagi.

Menurut dokumen intelejen yang dibocorkan Edward Snowden Badan Keamanan Nasional AS (NSA) telah ribuan kali melanggar aturan privasi dan melanggar batas kewenangan resminya sepanjang dua tahun terakhir ini.

Snowden kini mendapat suaka politik di Russia.

Berita terkait