UE gelar sidang darurat bahas Mesir

Image caption Otoritas keamanan Mesir menempatkan tank untuk menjaga gedung pemerintah.

Perwakilan negara-negara Uni Eropa akan menggelar sidang darurat, pada Senin (19/08) di Brussel, untuk membahas krisis politik di Mesir.

Para pejabat Uni Eropa akan mempertimbangkan untuk memotong atau membekukan bantuan beberapa miliar dolar AS untuk Mesir yang sebelumnya telah dijanjikan.

Uni Eropa merupakan badan internasional yang selama ini dikenal sebagai pemberi bantuan non militer terbesar untuk Mesir.

Pada hari Minggu (18/08), Presiden Komisi Eropa dan Dewan Eropa, dalam sebuah pernyataan bersama yang jarang terjadi, menyerukan segera diakhirinya kekerasan berdarah di Mesir.

Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso dan Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy mengatakan, Uni Eropa "akan segera meninjau sejumlah bantuan kepada Mesir dalam beberapa hari mendatang".

Tidak selesaikan masalah

Mereka juga menyatakan penyesalannya, bahwa upaya internasional untuk menemukan cara damai dalam menyelesaikan krisis di Mesir tidak dilakukan.

Dalam kesimpulannya, Uni Eropa menyatakan pula bahwa: "Aksi kekerasan tidak akan mampu menyelesaikan persoalan. Karenanya, sangat penting bahwa kekerasan harus segera berakhir..."

Kelompok Ikhwanul Muslimin, yang merupakan pendukung setia Presiden Mohammed Morsi yang digulingkan, telah menyerukan demonstrasi setiap hari sejak pasukan keamanan membersihkan kamp mereka di Kairo pada Rabu dan mengumumkan keadaan darurat.

Lebih dari 600 orang tewas selama operasi keamanan, termasuk dari pihak aparat keamanan, dan setidaknya 173 tewas pada Jumat selama "hari kemarahan" yang digelorakan oleh pendukung Mohammed Morsi.

Berita terkait