Ikhwanul Muslimin mengecam keras penahanan Badie

Mohammad Badie
Image caption Mohammad Badie dituduh memicu pembunhan sebelum Morsi dilengserkan.

Kelompok Ikhwanul Muslimin di Mesir mengecam keras penahanan pemimpin mereka, Mohammad Badie.

Juru bicara Ikhwanul Muslimin mengatakan penangkapan dan penahanan Badie adalah bagian dari upaya untuk menghapus revolusi 2011 yang melengserkan Husni Mubarak dari kursi presiden.

Badie ditahan pada Senin malam (19/08) di dekat lokasi yang menjadi pusat aksi protes yang dibubarkan secara paksa oleh aparat keamanan.

Ratusan orang tewas dalam operasi pembersihan lokasi aksi oleh militer Mesir.

Aksi yang telah berlangsung selama beberapa pekan tersebut diserukan Ikhwanul Muslimin -kelompok asal Morsi- yang menuntut pengangkatan kembali Mohammed Morsi sebagai presiden.

Presiden Morsi dicopot militer pada 3 Juli menyusul demonstrasi di Lapangan Tahrir yang dilakukan oleh pihak-pihak yang kecewa dengan kinerja pemerintah Morsi.

Digantikan Ezzat

Dalam keterangan persnya, Ikhwanul Muslimin mendesak anggota, pendukung, dan simpatisan mereka untuk terus mendesakkan tuntutan pengangkatan kembali Morsi sebagai pemimpin Mesir.

Posisi Badie sebagai pemimpin Ikhwanul Muslimin digantikan oleh Mahmoud Ezzat.

Wartawan BBC di Kairo mengatakan penayangan penangkapan Badie ditujukan untuk memperlihatkan kemenangan militer atas Ikhwanul Muslimin.

Militer berharap penangkapan tokoh-tokoh kunci Ikhwanul Muslimin akan melemahkan perundingan dengan kelompok ini di masa mendatang.

Dalam perkembangan lain, mantan Wakil Presiden, Mohamed ElBaradei, akan diadili karena melanggar kepercayaan nasional atas keputusannya mengundurkan diri pekan lalu.

ElBaradei mundur untuk memprotes tewasnya ratusan pendukung Ikhwanul Muslimin dalam aksi pembersihan oleh militer di Kairo.

Jaksa mengatakan kasus ini diangkat setelah seorang warga mengajukan laporan dan keberatan dengan alasan tindakan ElBaradei mengesankan bahwa pemerintah sementara memakai kekuatan secara berlebihan.

Jika dinyatakan bersalah ElBaradei bisa dijatuhi hukuman berupa denda US$1.500.

Berita terkait