Tony Abbott mulai kampanye pemilu

  • 25 Agustus 2013
tony_abbott
Image caption Tony Abbott akan menjadi pesaing Kevin Rudd dalam pemilu Australia bulan depan.

Pemimpin oposisi konservatif Australia, Tony Abbott meluncurkan aksi kampanyenya untuk pemilu yang akan berlangsung bulan depan.

Abbott merupakan kandidat yang dijagokan untuk menang dalam pemilu nanti.

Sebelumnya dia telah menyampaikan rencananya untuk melakukan kontrol terhadap belanja pemerintah dan membangun ekonomi yang lebih kuat lagi.

Dia mengatakan akan mewujudkan rencananya dengan menempatkan apa yang dia istilahkan sebagai menempatkan mesin buldoser di tanah dan mesin crane untuk menggapai angkasa.

Sejumlah jajak pendapat menunjukan Abbot akan mampu mengakhiri enam tahun kekuasaan Partai Buruh di Australia.

Awal pekan ini, Abbott menghadapi pesaingnya dalam pemilu, PM Kevin Rudd pada debat pemilu kedua.

Dalam kampanye pemilu Partai Liberal di Brisbane pada hari Minggu (25/08), Abbott mengatakan Australia tidak lagi bisa berada di bawah pemerintahan kelompok kiri tengah Buruh.

"Kita akan membangun ekonomi yang kuat sehingga setiap orang bisa maju... Saya berharap akan menjadi perdana menteri infrastruktur yang menempatkan buldozer di tanah dan mesin crane hingga masuk ke dalam langit kita," kata Abbott.

Soal imigran gelap

Dia juga punya rencana untuk bertindak tegas terhadap para imigran yang menuju Australia.

Abbott berencana menunjuk komandan militer untuk memimpin operasi mengatasi para imigran yang datang dengan perahu dan penyelundup manusia.

Rencana itu terkait dengan sekitar 30.000 pencari suaka yang tiba di Australia dengan perahu namun permohonannya belum diproses.

Abbott menambahkan jika setelah diproses ternyata memenuhi syarat sebagai pengungsi maka akan mendapat visa sementara dan bukan izin tinggal menetap.

Mereka yang mendapat visa tiga tahun akan terus dalam proses penilaian dan visa akan dicabut jika status pengungsi sudah tidak sesuai lagi.

"Ini negara kami dan kami memutuskan siapa yang datang ke sini," tegasnya.

Dalam debat pertama pada 11 Agustus lalu, saat Rudd diharapkan bisa bersinar dalam kesempatan tersebut justru memunculkan hasil yang imbang.

Masih belum jelas apakah akan ada debat ketiga menjelang pemilu.

Partai Buruh telah mengganti perdana menterinya sebanyak dua kali selama memerintah.

Berita terkait