AS dan Inggris peringatkan Suriah

  • 25 Agustus 2013
syria nuclear
Kelompok oposisi mengklaim serangan senjata kimia itu dilakukan pasukan pemerintah Suriah.

Amerika Serikat dan Inggris mengancam akan melakukan "respon serius" terhadap terjadinya ledakan bom yang diduga mengandung unsur kimia berbahaya di Suriah, kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh kantor Perdana Menteri Inggris di Downing Street, London.

Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Presiden Barack Obama hari Sabtu (24/08) lalu berbicara mengenai masalah ini selama 40 menit melalu sambungan telepon.

Keduanya menyatakan "sangat prihatin" dengan "peningkatan tanda-tanda penyerangan memakai senjata kimia oleh rejim pemerintahan Suriah."

Sejauh ini, baik rejim Suriah maupun pihak oposisi saling menuding pihak lain yang bertanggung jawab atas penyerangan senjata kimia awal minggu ini.

Pemberontak dan pihak oposisi menuduh kekuatan yang mendukung Presiden Bashar al-Assad melakukan serangan senjata kimia itu.

Tetapi televisi milik pemerintah Suriah mengatakan sebaliknya.

"Dewan Keamanan PBB telah meminta akses bagi investigator dari PBB untuk bekerja di Damaskus," kata pernyataan itu.

Menyembunyikan sesuatu

"Fakta bahwa Presiden Assad telah gagal untuk bekerja sama dengan PBB menunjukkan bahwa rezim menyembunyikan sesuatu."

Dikatakan Cameron dan Obama telah "menegaskan bahwa penggunaan senjata kimia pantas mendapat tanggapan serius dari masyarakat internasional dan keduanya telah menugaskan pejabatnya untuk memeriksa semua pilihan yang ada."

Koresponden politik BBC Iain Watson mengatakan menurutnya "respon serius" tidak berarti "mengirim pasukan."

Tapi berbagai pilihan lain tidak dikesampingkan, katanya, termasuk juga potensi melakukan serangan udara.

Watson menambahkan bahwa beberapa anggota parlemen dari kelompok Konservatif Inggris telah menyatakan dengan sangat jelas mereka tidak ingin Cameron melakukan intervensi militer di Suriah tanpa terlebih dahulu berkonsultasi dengan parlemen.

Utusan khusus PBB Angela Kane dilaporkan telah tiba di Damaskus, Suriah pada hari Sabtu kemarin.

Jumlah korban akibat serangan itu masih belum dapat dibuktikan namun Medecins Sans Frontieres (MSF) mengatakan pihak rumah sakit yang mereka bantu telah merawat sekitar 3.600 pasien dengan "tanda-tanda keracunan di syaraf" yang mengakibatkan 355 diantaranya tewas.

Berita terkait