Inggris nilai aksi Suriah harus dihentikan

david_cameron
Image caption PM Cameron mengatakan dunia tidak boleh berdiam diri menyaksikan penggunaan senjata kimia di Suriah.

PM Inggris David Cameron mengatakan penggunaan senjata kimia oleh pemerintah Suriah "secara moral tidak dapat dibenarkan."

Pernyataan Cameron muncul setelah dia melakukan pertemuan dengan parlemen negara itu untuk membicarakan soal respon terhadap krisis yang terjadi di Suriah.

Cameron dalam kesempatan hari Selasa (28/08) malam mengatakan dunia tidak bisa "berpangku tangan" ketika di depannya terjadi pengunaan "secara meluas" senjata yang telah dilarang.

Namun dia menambahkan tindakan militer terhadap Suriah harus dilakukan dengan tepat dan benar menurut aturan yang ada.

Pemerintah Suriah mengatakan rencana aksi itu sebagai hal yang tidak bertanggung jawab.

Sebelumnya AS dan sejumlah negara lain berencana akan menggunakan alasan penggunaan senjata kimia untuk menyerang Suriah.

Pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan opsi penggunaan kekuatan militer menyusul kecurigaan terhadap serangan yang dilakukan oleh Suriah pekan lalu.

Bukti jelas

PBB telah mengirim tim investigasi untuk menyelidiki kecurigaan tersebut.

Cameron mengatakan dia percaya pemerintah Suriah memiliki 'motif dan peluang' untuk menggunakan senjata kimia sedangkan untuk menuding kelompok oposisi yang melakukan itu peluangnya cukup kecil.

"Apa yang telah kita lihat di Suriah adalah adegan kematian yang mengerikan dan penuh penderitaan yang diakibatkan oleh penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad," kata Cameron.

"Saya tidak percaya kita bisa membiarkan ini terjadi."

Meski aksi militer tampaknya akan menjadi pilihan bagi Inggris dan sekutunnya namun mereka juga harus memutuskan apakah aksi serangan militer terbatas memang perlu dilakukan untuk "mencegah dan mengurangi penggunaan senjata kimia di masa depan".

Dalam perkembangan penanganan krisis di Suriah, Downing Street juga membenarkan PM Cameron telah berbicara dengan Presiden Barack Obama pada hari Selasa sore namun sejauh ini belum ada keputusan yang diambil oleh keduanya.

Keputusan terkait dengan langkah penanganan krisis Suriah kemungkinan akan muncul setelah Cameron menggelar pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional (NCS) pada hari Rabu (28/08).

Sebelumnya Pemerintah AS mengatakan sudah ada bukti yang jelas bahwa pemerintah Presiden Bashar al-Assad berada di belakang serangan yang terjadi di pinggiran kota Damaskus itu namun Rusia, yang merupakan sekutu dekar Suriah, masih mempertanyakan hal ini.

Berita terkait