Militer Mesir tangkap lagi tokoh Ikhwanul Muslimin

  • 30 Agustus 2013
Beltagi
Image caption Beltagi merupakan salah satu juru bicara Ikhwanul yang dianggap lantang menentang militer.

Seorang lagi pemimpin Ikhwanul Muslimin, Mohammed al-Beltagi, ditangkap otoritas Mesir.

Beltagi, Sekretaris Jenderal Partai Ikhwanul, Kebebasan dan Keadilan, dituduh menyulut kekerasan, demikian laporan media milik pemerintah Mesir.

Mantan Menteri Tenaga Kerja Khaled al-Azhari juga dilaporkan ditangkap. Otoritas menyebut Beltagi dan Azhari ditangkap di sebuah apartemen di luar kota Kairo, Kamis (29/08) lalu.

Ini merupakan serangkaian penangkapan terbaru atas sejumlah pemimpin Ikhwanul menyusul penggulingan mantan Presiden Mohammed Morsi.

Perintah penahanan atas Beltagi sebenarnya telah dikeluarkan pada tanggal 10 Juli lalu, tetapi dia bersembunyi dan tetap muncul setiap hari dalam aksi demo di kamp Rabaa al-Adawiyah di Kairo.

Mantan anggota parlemen ini sering terlihat memberikan orasi yang berapi-api di panggung demo.

Terus melawan

Ratusan orang tewas awal bulan ini saat pasukan keamanan membubarkan kamp protes yang didirikan pendukung Morsi, salah satu yang turut tewas adalah Asmaa, anak perempuan Beltagi yang berusia 17 tahun.

Sebagian besar laporan media pemerintah melaporkan kritik terhadap Ikhwanul yang difokuskan pada Beltagi, dia dituduh berada di balik tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh anggota Ikhwanul.

Dalam sebuah rekaman video yang dia buat dalam persembunyiannya, dia terus meminta warga Mesir melawan militer.

Seorang pejabat militer dikutip kantor berita Mesir, Mena, mengatakan kemungkinan besar Beltagi akan ditahan di penjara Tora, Kairo.

Polisi telah menangkap banyak pemimpin Ikhwanul Muslimin, termasuk tokoh penting Mohamed Badie dan wakilnya Khairat al-Shater. Mereka juga didakwa dengan tuduhan menyulut kekerasan.

Ratusan anggota gerakan Islamis juga telah ditahan. Pemerintah sementara Mesir menyatakan Ikhwanul Muslimin adalah sebuah organisasi teroris.

Berita terkait